
JOSS.CO.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang menjalin kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Mahidol University Thailand untuk meningkatkan kualitas telapak kaki palsu produk Indonesia. Kolaborasi riset ini bertujuan menghasilkan telapak kaki palsu yang lebih awet, ringan, dan nyaman bagi pasien amputasi bawah lutut.
Peneliti Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) Teknologi Kesehatan CBIOM3S UNDIP, Prof. Dr. Rifky Ismail, mengatakan bahwa riset kolaboratif tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Penelitian ini melibatkan peneliti dari UNDIP, Poltekkes Kemenkes Surakarta, serta Mahidol University Thailand.
Dalam eksperimen awal, ditemukan sejumlah permasalahan pada telapak kaki palsu produk Indonesia, antara lain keausan karet yang lebih cepat, patahnya karet di area sekitar jari kaki, serta tidak tahan terhadap kondisi cuaca hujan. Temuan tersebut mendorong dosen Jurusan Ortotik Prostetik Poltekkes Kemenkes Surakarta, Agus Nugroho, untuk melakukan penelitian berjudul Development and Clinical Testing of Solid Ankle Cushion Heel (SACH Foot) for Low- and Middle-Income Countries di Mahidol University.
Penelitian tersebut mengembangkan telapak kaki palsu jenis SACH (SACH foot prosthesis) dengan keel berbahan polimer yang dibungkus menggunakan karet komersial. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan telapak kaki palsu yang lebih tahan lama serta memberikan kenyamanan lebih bagi pasien amputasi bawah lutut.
Proses desain, simulasi finite element analysis, dan pembuatan prototipe dilakukan melalui kerja sama dengan PUIPT Teknologi Kesehatan CBIOM3S UNDIP di bawah bimbingan Prof. Dr. Rifky Ismail. “Hasilnya, telapak kaki palsu baru yang lebih ringan dan lebih nyaman berhasil dibuat prototipe-nya,” kata Rifky.
Untuk tahap pengujian, telapak kaki palsu hasil pengembangan tersebut telah dipasangkan pada 13 pasien amputasi bawah lutut. Para pengguna merasakan perbedaan signifikan, seperti langkah kaki yang lebih ringan, kenyamanan yang meningkat, serta konsumsi energi yang lebih rendah saat berjalan.
Penelitian yang dilakukan Agus Nugroho ini telah dituangkan dalam bentuk disertasi dan diuji di Sirindhorn School of Prosthetics and Orthotics (SSPO), Faculty of Medicine Siriraj Hospital, Mahidol University, pada 25 Desember 2025. Pembimbing dalam penelitian tersebut terdiri atas Dr. Kazuhiko Sasaki dan Dr. Muhammad Nouman dari Mahidol University Thailand, serta Prof. Dr. Rifky Ismail dari Universitas Diponegoro.
Sementara itu, penguji eksternal yang diundang dalam ujian disertasi tersebut adalah Dr. Gary Guerra dari St. Mary’s University, Amerika Serikat, dan Prof. Surapong Chatpun dari Chulalongkorn University, Thailand.
Ke depan, telapak kaki ini hasil kolaborasi antara UNDIP, Poltekkes Kemenkes Surakarta, dan Mahidol University Thailand ini akan dikembangkan lebih lanjut menjadi produk komersial yang ditargetkan dapat dipasarkan di kawasan ASEAN.

Leave a Reply