
JOSS.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan energi nasional serta memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif bertajuk “EKSKLUSIF BAHLIL” Rakyat Minta Anda Turun: Ini Responnya” yang membahas berbagai isu strategis sektor energi dan sumber daya mineral.
Dalam pernyataannya, Bahlil menjelaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil Kementerian ESDM dijalankan berdasarkan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penjelasan Kebijakan Impor BBM yang Transparan
Bahlil menegaskan bahwa pengelolaan impor bahan bakar minyak (BBM) tidak dimaksudkan untuk menciptakan monopoli. Ia merujuk Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan negara untuk menguasai sektor-sektor strategis demi kepentingan masyarakat luas.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan kuota impor kepada badan usaha swasta sebesar 110 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, dinamika pasokan yang terjadi merupakan bagian dari proses perencanaan usaha, dan pemerintah terus mendorong kolaborasi antara swasta dan Pertamina melalui skema business to business (B2B) agar pasokan energi tetap terjaga.
Komitmen Menjaga Subsidi LPG Tepat Sasaran
Dalam penataan distribusi LPG 3 kilogram, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah berupaya memastikan subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia mengungkapkan adanya perbedaan harga di lapangan yang menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, langkah penataan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola subsidi agar lebih adil, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat kecil.
Capaian Kinerja Sektor ESDM Terus Meningkat
Bahlil memaparkan sejumlah capaian positif sektor ESDM. Pada tahun 2025, realisasi lifting minyak nasional mencapai 605.300 barel per hari, melampaui target APBN setelah hampir satu dekade tidak tercapai.
Selain itu, sektor mineral dan batubara memberikan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp138 triliun, atau 108 persen dari target. Dari sisi investasi, sektor ESDM berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar 31 miliar dolar AS pada tahun yang sama.
Dorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bahlil juga menyoroti keberhasilan peningkatan investasi nasional yang sebelumnya berada di kisaran Rp750 triliun dan meningkat menjadi Rp1.650 triliun. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Keberpihakan pada Masyarakat melalui Kebijakan Sosial
Sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 yang melegalkan pengelolaan sumur minyak rakyat. Kebijakan ini memberi kepastian hukum bagi masyarakat agar dapat mengelola sumber daya secara mandiri dan aman.
Selain itu, Kementerian ESDM juga menargetkan perluasan akses listrik ke ribuan desa dan dusun yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara optimal.
Tegaskan Peran sebagai Pembantu Presiden
Menutup pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa sebagai menteri, dirinya menjalankan tugas sebagai pembantu presiden dan bekerja sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto serta ketentuan perundang-undangan.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional, di mana setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang daerah, memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Wawancara lengkap dapat disaksikan melalui kanal YouTube pada tautan berikut: 🔴EKSKLUSIF BAHLIL! Rakyat Minta Anda Turun: Ini Responnya 🔥

Leave a Reply