Pemkot Semarang Kendalikan Stunting di Angka 4,27 Persen, UHC Capai 100 Persen

Pemkot Semarang Kendalikan Stunting di Angka 4,27 Persen, UHC Capai 100 Persen hingga Desember 2025

Pemkot Semarang berhasil mengendalikan stunting di angka 4,27 persen dan mencapai Universal Health Coverage 100 persen hingga Desember 2025.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota  Semarang terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai fondasi utama pembangunan manusia. Melalui penguatan layanan kesehatan dasar, pendekatan preventif, serta perlindungan kesehatan yang inklusif, Pemkot Semarang berhasil menjaga angka stunting tetap terkendali sekaligus memastikan seluruh warga terlindungi dalam sistem jaminan kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting di Kota Semarang tercatat sebesar 4,27 persen atau 2.593 balita. Capaian ini mencerminkan hasil dari berbagai upaya berkelanjutan pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat.

Selain penanganan stunting, Pemkot Semarang juga memberikan perhatian besar pada upaya pencegahan sejak dini. Penguatan intervensi preventif dilakukan secara konsisten agar anak tidak masuk ke fase stunting, melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan sekitar.

Di sisi lain, capaian signifikan juga ditunjukkan dalam perlindungan kesehatan masyarakat. Hingga Desember 2025, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Semarang telah mencapai 100 persen, yang berarti seluruh penduduk telah terjangkau dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Capaian ini menegaskan komitmen Pemkot Semarang untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.

Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa penguatan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama pembangunan Kota Semarang. Upaya pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan kami diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sejak usia dini,” ujar Agustina.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang terus memastikan kebijakan kesehatan tidak berhenti pada pencapaian angka semata, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari warga. Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan yang inklusif menjadi bagian dari kerja berkelanjutan pemerintah daerah.

“Kami memastikan layanan kesehatan, pencegahan, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Tujuannya jelas, agar setiap warga Kota Semarang memiliki kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” tambahnya.

Capaian pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen ini sejalan dengan prioritas pembangunan sektor kesehatan Kota Semarang yang menitikberatkan pada pencegahan, pemerataan layanan, serta penguatan perlindungan sosial. Pemerintah Kota Semarang optimistis, dengan fondasi kesehatan yang kuat, kualitas sumber daya manusia di Kota Semarang dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Baca Juga:

Usai OTT KPK, Wagub Jateng Pastikan Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Kondusif

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*