Turis Jepang Diduga Curi Pakaian di Bali, Video Viral Dikecam Warganet

video viral jepang
ilustrasi

Video turis Jepang diduga mencuri pakaian di Bali viral. Warganet mengecam, kasus terjadi di tengah meningkatnya kejahatan turis asing di pulau tersebut.

JOSS.CO.ID, BALI — Video rekaman sekelompok pria yang diduga mencuri pakaian di sebuah toko di Bali ramai dibahas di media sosial dan memancing perhatian warganet internasional, termasuk dari Jepang. Kejadian ini mencuat setelah pemilik toko membagikan potongan rekaman CCTV melalui platform X.

Dalam laporan Mothership, Minggu (7/12/2025), pemilik toko mengungkapkan bahwa ia kehilangan 11 potong pakaian sebelum mengecek CCTV. Dari rekaman tersebut, terlihat sekelompok turis Jepang diduga mengambil sejumlah barang tanpa melakukan pembayaran.

Dalam video yang beredar luas, tampak tiga pria berpura-pura melihat-lihat pakaian sambil diam-diam memasukkannya ke dalam tas. Mereka beberapa kali menoleh untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan sebelum menyelipkan barang-barang tersebut. Tak lama kemudian, seorang pria keempat datang dan juga terlihat memasukkan satu barang ke sakunya. Dari audio rekaman, terdengar percakapan dalam bahasa Jepang.

Aksi mereka segera menuai kecaman dari warganet Jepang. Banyak komentar menyebut para pelaku sebagai “individu yang menjadi aib permanen bagi negara.” Unggahan yang sama juga menggambarkan insiden ini sebagai “insiden langka yang mungkin pertama kali terjadi.”

Kejahatan Turis di Bali Meningkat

Kasus dugaan pencurian ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah meningkatnya angka kriminalitas yang melibatkan turis asing di Bali. Pada Juli 2025, The Guardian melaporkan adanya lonjakan signifikan dalam tren kejahatan yang dilakukan wisatawan di pulau tersebut.

Politisi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menyoroti merosotnya kualitas wisatawan yang datang. “Kualitas turis yang datang ke Bali semakin menurun,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan penginapan ilegal turut memperburuk keadaan karena memudahkan wisatawan asing tinggal lebih lama tanpa pengawasan. “Hal ini terjadi karena meningkatnya jumlah homestay ilegal, yang memungkinkan warga asing tinggal lebih lama di pulau ini,” tambahnya.

Data menunjukkan keterlibatan warga asing dalam tindak kejahatan meningkat 16 persen, dari 194 kasus pada 2023 menjadi 226 kasus pada 2024. Jenis pelanggaran meliputi kejahatan siber, narkotika, kekerasan, hingga penipuan pertanahan.

Baca Juga: Viral Video Pelaku Pemerkosaan di Gowa Tewas Diamuk Massa, Kemaluan Dipotong

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*