Percepatan Tol Semarang – Demak Seksi 1, Solusi Banjir Rob Kaligawe?

Percepatan Tol Semarang – Demak Seksi 1, Solusi Banjir Rob Kaligawe?
Menteri Pekerjaan Umum (PU) meninjau progres pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 1 (Kaligawe – Sayung), Jumat (28/11)

Tol Semarang – Demak Seksi 1 dipercepat solusi untuk mengatasi banjir rob di Kaligawe – Sayung. Progres konstruksi 58,31% dan ditargetkan beroperasi April 2027.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan percepatan penanganan banjir rob yang selama ini mengganggu konektivitas serta aktivitas masyarakat dan industri di koridor Kaligawe–Terboyo–Sayung. Penegasan tersebut disampaikan saat meninjau proyek pada Kamis (27/11).

Tol Semarang–Demak Seksi 1 sepanjang 10,64 kilometer dirancang terintegrasi dengan Tanggul Laut dan sistem polder. Selain memperkuat konektivitas wilayah, integrasi ini juga diharapkan menjadi solusi penanganan banjir rob yang kerap melanda kawasan pesisir tersebut.

Saat meninjau progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung), Jumat (28/11), Menteri Dody menjelaskan bahwa upaya pengendalian banjir rob Kaligawe–Terboyo–Sayung dilakukan Kementerian PU secara paralel dengan penyelesaian konstruksi tol, pembangunan kolam retensi, rumah pompa, serta sodetan Sayung. “Pengendalian rob Kaligawe terus kita kerjakan, memang sekarang masih belum selesai, dan ini saya lihat langsung progresnya,” kata Dody.

Pembangunan Seksi Kaligawe–Sayung sepanjang 10,64 km terus dipercepat untuk mendukung pengendalian banjir rob di kawasan Kaligawe dan sekitarnya. Berdasarkan data per 24 November 2025, progres konstruksi mencapai 58,31% yang terbagi dalam tiga paket pekerjaan. Paket 1A mencatat progres 81,18%, Paket 1B mencapai 55,39%, dan Paket 1C sebesar 45,82%.

Seluruh paket pekerjaan menunjukkan percepatan pada pembangunan struktur, tanggul laut, dan fasilitas utama pendukung sistem polder. Infrastruktur pendukung berupa tanggul laut yang terintegrasi dengan jalur tol juga telah tersambung sepenuhnya.

Selain tol terintegrasi tanggul laut, Kementerian PU menyiapkan mobile pump pada sejumlah titik rawan genangan di Kaligawe dan Sayung. Pemerintah juga membangun sistem pengendali banjir Tenggang–Sringin Tahap 1, yang meliputi pembangunan enam rumah pompa berkapasitas total 81 meter kubik per detik dan tanggul sungai sepanjang 10,53 km. Infrastruktur ini akan menjadi penguat utama sistem polder Tanggul Laut Semarang–Demak.

Rangkaian infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mereduksi banjir pada area seluas 4.429 hektare dan melindungi 254.546 jiwa di Kecamatan Pedurungan, Gayamsari, dan Genuk. Dengan progres percepatan yang berjalan sesuai rencana, Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada April 2027. Kehadiran tol ini diharapkan menjadi solusi permanen terhadap genangan rob sekaligus meningkatkan kelancaran arus logistik di jalur Pantura.

“Kita ingin pastikan progres di lapangan berjalan baik. Tol ini bukan hanya infrastruktur transportasi, tetapi tameng utama kita terhadap rob di Semarang,” tutup Dody.

Baca Juga:

Mohammad Saleh Minta Penanganan Banjir Sayung Demak dipercepat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*