
JOSS.CO.ID – Seorang pendaki asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tewas setelah terjatuh ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani melalui jalur ilegal Aik Berik. Korban diketahui bernama Ilmi Cahyadi (18), warga Lingkok Kudung, Desa Seteling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan Gunung Kondo. “Saksi melihat langsung korban terjatuh ke jurang Gunung Kondo,” ujar pihak TNGR dalam keterangan resmi.
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban pada Rabu (10/12) malam. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 22.48 WITA dengan menghadapi medan terjal dan keterbatasan jarak pandang. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Lapangan Tim Rescue SAR Mataram, I Gde Eka Suarjana, mengatakan laporan awal diterima dari pihak TNGR pada Rabu pagi terkait adanya pendaki yang terjatuh saat melakukan pendakian. Korban diketahui berangkat bersama rombongan pada Minggu (7/12) pukul 06.00 WITA melalui jalur Seteling.
Saat rombongan tiba di kawasan Gunung Kondo pada Senin (8/12) sekitar pukul 09.00 WITA, salah seorang rekan korban menyaksikan Ilmi terjatuh ke dalam jurang. Sebelum tim SAR diberangkatkan, keluarga dan warga setempat sempat melakukan upaya evakuasi secara mandiri.
Dalam operasi tersebut, tim SAR dilengkapi dengan peralatan mountaineering, alat komunikasi, drone thermal, perlengkapan medis, serta peralatan pendukung lainnya. Evakuasi melibatkan unsur TNI, Polri, TNGR, Unit SAR Lombok Timur, Polisi Kehutanan, pihak keluarga, dan masyarakat setempat.
“Pada pukul 13.30 WITA kami menerima informasi bahwa korban sudah bisa diturunkan dari lokasi, sehingga evakuasi dilakukan secara estafet,” kata Suarjana.
Setelah melalui proses panjang, korban berhasil dibawa hingga ke pintu masuk jalur pendakian Aik Berik pada Rabu malam.
Pihak TNGR kembali mengingatkan para pendaki untuk selalu menggunakan jalur resmi pendakian Gunung Rinjani demi keselamatan. Jalur ilegal dinilai memiliki risiko tinggi dan tidak dilengkapi dengan pengamanan serta pemantauan yang memadai. Tim SAR juga mengimbau para pendaki agar tetap waspada dan mematuhi aturan pendakian guna mencegah kejadian serupa terulang.

Leave a Reply