
JOSS.CO.ID, – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat tahun 2025 mulai disalurkan kepada dinas pendidikan pada Selasa, 23 Desember 2025. Nilai tersebut juga akan diintegrasikan ke dalam sistem Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sebagai salah satu komponen penilaian masuk perguruan tinggi.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa hasil TKA tahun ini memperlihatkan variasi capaian yang cukup signifikan antarmata pelajaran.
“Kita lihat capaian rata-rata menunjukkan variasi antarmata pelajaran yang mencerminkan perbedaan karakter kompetensi dan tingkat kesulitan,” ujar Toni dalam keterangannya di Jakarta baru-baru ini.
Berdasarkan data BSKAP, mata pelajaran dengan jumlah peserta terbesar pada TKA SMA 2025 adalah Bahasa Indonesia Wajib yang diikuti 3.477.893 peserta dengan nilai rerata 55,38. Sementara itu, Matematika Wajib diikuti 3.489.148 peserta dengan nilai rerata 36,10, dan Bahasa Inggris Wajib diikuti 3.509.688 peserta dengan rerata 24,93.
Pada kelompok mata pelajaran pilihan, capaian tertinggi tercatat pada Antropologi dengan nilai rerata 70,43 dari 25.046 peserta. Posisi berikutnya ditempati Geografi dengan rerata 70,36 dari 309.042 peserta, serta Bahasa Indonesia Lanjut dengan rerata 68,02 dari 392.303 peserta.
Sebaliknya, sejumlah mata pelajaran sains dan numerasi menunjukkan nilai rerata yang relatif lebih rendah. Fisika mencatat rerata 37,65, Kimia 34,92, dan Ekonomi 31,68. Adapun Matematika Lanjut memiliki nilai rerata 39,32 dari 401.081 peserta.
Untuk kelompok mata pelajaran sosial, PPKN mencatat rerata 60,91 dengan 1.089.508 peserta, Sosiologi 60,07 dari 698.877 peserta, serta Sejarah dengan rerata 62,72 dari 398.045 peserta. Sementara Biologi mencatat rerata 54,40 dari 716.882 peserta.
Pada kelompok bahasa asing, Bahasa Arab mencatat nilai rerata 64,97, disusul Bahasa Mandarin 57,66 dan Bahasa Jepang 55,21. Sementara itu, Bahasa Inggris Lanjut memperoleh rerata 45,23, Bahasa Prancis 45,05, Bahasa Jerman 36,59, dan Bahasa Korea 28,55.
Toni menegaskan, hasil TKA 2025 diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, sekaligus memberikan gambaran objektif capaian akademik peserta didik secara nasional.
Integrasi nilai TKA ke dalam SNBP juga diharapkan dapat menciptakan proses seleksi masuk perguruan tinggi yang lebih adil dan transparan bagi seluruh siswa di Indonesia.

Leave a Reply