Mohammad Saleh: Kecelakaan Bus Tol Krapyak Warning Keselamatan Transportasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

Kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak Semarang menewaskan 16 orang menjadi warning serius keselamatan transportasi jelang Nataru.

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, menjadi peristiwa kelam menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Bus yang membawa 34 penumpang tersebut mengalami kecelakaan pada Senin (22/12/2025) dini hari dan mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, sementara 18 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh menegaskan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku transportasi.

Ia mengungkapkan kecelakaan ini warning bagi semua pelaku transportasi agar lebih hati hati karena ini menyangkut nyawa manusia. Rem check, dan semua kelayakan laik jalan harus menjadi perhatian semua pihak. Dan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab yg sebenarnya dari kecelakaan ini.

Pengelola jasa transportasi juga harus memperhatikan awak kendaraan. Perlu pembekalan ketrampilan mengemudi serta penguasaan medan.

“Jangan menyerahkan kepada pengemudi yang belum mengenal medan. Ini urusan keselamatan,” Ujarnya.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Bus dengan nomor polisi B 7201 IV itu melaju dari Jatiasih menuju Yogyakarta.

“Melaju dengan kecepatan tinggi menabrak pembatas jalan di tikungan jalur penghubung RAM 3, exit Tol Krapyak Semarang,” ujarnya.

Tim SAR gabungan tiba di lokasi pukul 01.17 WIB dan segera melakukan evakuasi.

“Jumlah Korban 34 orang, selamat 19 orang, dan meninggal dunia ada 15 orang. Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat dan MD (meninggal dunia) kemudian seluruh korban dibawa ke RS Kariadi, RS Tugu dan RS Colombia Asia Semarang,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengungkapkan bahwa bus dikemudikan oleh sopir cadangan yang menggantikan sopir utama di Subang.

“Jadi untuk informasi awal, ini adalah sopir pengganti atau cadangan, di mana pada saat berangkat dari Bogor menuju ke Jogja, sempat berhenti di Subang untuk berganti sopir,” ungkapnya di RSUP Dr Kariadi, Senin (22/12/2025).

Terkait pemeriksaan narkoba, Artanto menegaskan, “Hasil dari pemeriksaan darah memang negatif. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan analisis oleh pihak medis. Dan tentunya kita masih menunggu hasilnya dan saat ini masih berproses.”

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan bus PO Cahaya Trans tidak laik jalan. Berdasarkan aplikasi MitraDarat, bus tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan AKAP maupun pariwisata.

Uji berkala terakhir dilakukan pada 3 Juli 2025, sementara hasil ramp check pada 9 Desember 2025 menyatakan kendaraan tidak laik jalan dan dilarang beroperasi.

“Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, saat ini Ditjen Hubdat telah menerjunkan petugas ke lapangan dan aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jasa Marga serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Senin (22/12/2025).

Plt Direktur Jasa Raharja Jawa Tengah Dewi Ariyani Suzana menyatakan ahli waris korban meninggal dunia akan menerima santunan Rp 50 juta.

“Nanti setelah ahli warisnya dapat dipastikan, kami akan langsung transfer ke rekening ahli waris. Kalau yang luka-luka itu kami akan bayarkan ke rumah sakit sesuai dengan ketentuan,” kata Dewi di RSUP Dr Kariadi, Senin (22/12/2025).

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh penyedia jasa transportasi memastikan armada dan pengemudi dalam kondisi laik jalan.

“Kalau memang lelah atau sudah di titik jenuh, istirahat. Jangan dipaksakan, baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi,” tegas Luthfi saat mengunjungi korban di RSUP dr Kariadi.

Ia menambahkan, “Jawa Tengah ini saluran nasional. Titik lelah dan titik jenuh sudah kami siapkan, silakan mampir di rest area, hotel, UMKM, atau warung-warung.”

Baca Juga:

Gubernur Jateng Minta Transportasi Pastikan Layak Jalan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*