JOSS.CO.ID – Gelombang kedua bantuan internasional dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor di Aceh telah mendarat. Bantuan tersebut berupa obat-obatan, pakaian, cokelat, hingga dukungan tenaga medis yang siap disalurkan ke wilayah terdampak.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa total bantuan yang tiba mencapai tiga ton dan langsung disiapkan untuk distribusi ke sejumlah kabupaten/kota yang membutuhkan. Rinciannya terdiri dari dua ton obat-obatan serta satu ton cokelat dan pakaian anak-anak.
“Sudah sampai bantuan dari Kuala Lumpur, yaitu 3 ton untuk kita bagi-bagikan ke beberapa kabupaten/kota bersama dokter dan perawat. Obat-obatan 2 ton, 1 ton coklat dan pakaian untuk anak-anak,” kata Mualem saat jumpa pers di Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (10/12) malam.
Masuknya bantuan ini menjadi angin segar di tengah situasi bencana yang masih berlangsung. Berdasarkan Update Bencana Sumatra 10 Desember: 969 Orang Tewas, Aceh Terbanyak, Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar.
Mualem menjelaskan, kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini adalah obat-obatan. Pasalnya, banyak warga di lokasi pengungsian mulai terserang berbagai penyakit.
“Ini saya rasa paling banyak membutuhkan obat-obatan. Apalagi sekarang masyarakat kita sudah terdampak,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah membuka pintu bagi bantuan luar negeri yang ingin membantu penanganan korban banjir dan longsor. Mualem menegaskan tidak ada larangan bagi negara lain untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Aceh selama tujuannya membantu masyarakat.
“Saya rasa tidak ada larangan. Sah-sah saja, tidak ada masalah,” kata Mualem usai rapat percepatan penanganan bencana di Sumatra yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar pada Minggu (7/12).
Ia juga memastikan relawan maupun bantuan internasional yang masuk ke Aceh tidak akan dipersulit oleh pemerintah daerah.
“Mereka tolong kita, kok kita persulit?,” katanya.

Leave a Reply