JOSS.CO.ID, JAKARTA -Lembaga survei IndexPolitica Indonesia merilis hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Dalam survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2025, muncul nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini berada di posisi kedua setelah Presiden Prabowo Subianto.
Survei dilakukan melalui wawancara telepon terhadap 1.610 responden di seluruh Indonesia. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error ±1,6% dan tingkat kepercayaan 95%.
Direktur Eksekutif IndexPolitica, Denny Charter, mengatakan hasil survei ini menunjukkan mulai terjadinya pergeseran peta politik nasional menjelang Pilpres 2029.
“Yang menarik, munculnya nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai figur baru yang langsung menempati posisi dua besar,” ujar Denny dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (21/10/2025).
Hasil Survei: Prabowo Tetap Teratas, Purbaya Mengejutkan
Dalam survei pertanyaan tertutup, responden diminta menjawab, “Jika pemilihan Presiden RI dilakukan hari ini, siapa yang Anda pilih dari sepuluh nama berikut?”
Hasil Elektabilitas Capres 2029:
- Prabowo Subianto – 40,12%
- Purbaya Yudhi Sadewa – 22,50%
- Anies Baswedan – 13,40%
- Ganjar Pranowo – 7,12%
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – 5,12%
- Gibran Rakabuming Raka – 4,80%
- Dedi Mulyadi – 2,50%
- Erick Thohir – 1,12%
- Mahfud MD – 0,10%
- Yusril Ihza Mahendra – 0,10%
(Tidak menjawab: 3,12%)
Pertanyaan Terbuka (Top of Mind)
“Siapa tokoh politik nasional yang paling Anda ingat saat ini?”
- Prabowo Subianto: 37,12%
- Joko Widodo: 24,25%
- Purbaya Yudhi Sadewa: 19,45%
- Dedi Mulyadi: 5,12%
- Anies Baswedan: 3,12%
- Ganjar Pranowo: 2,68%
- Gibran Rakabuming Raka: 2,25%
- Agus Harimurti Yudhoyono: 2,05%
- Erick Thohir: 1,05%
- Lainnya: 2,06%
Purbaya Juga Unggul di Bursa Cawapres
Selain elektabilitas capres, IndexPolitica juga mengukur elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) jika pemilu dilakukan hari ini.
Hasilnya, Purbaya Yudhi Sadewa kembali menduduki posisi teratas.
Elektabilitas Cawapres 2029:
- Purbaya Yudhi Sadewa – 28,65%
- Dedi Mulyadi – 20,15%
- Agus Harimurti Yudhoyono – 15,75%
- Gibran Rakabuming Raka – 12,35%
- Erick Thohir – 5,14%
- Pramono Anung – 3,40%
- Mahfud MD – 3,15%
- Sandiaga Uno – 2,60%
- Yusril Ihza Mahendra – 1,35%
- Puan Maharani – 0,15%
(Tidak menjawab: 7,31%)
Denny Charter menyebut lonjakan elektabilitas Purbaya sebagai “Purbaya Effect”. Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam waktu singkat, Purbaya berhasil meraih simpati publik lewat kebijakan ekonomi dan fiskal yang dinilai tegas dan pro-rakyat.
“Masyarakat tampaknya menganggap Purbaya sebagai sosok anti-tesis dari gaya kepemimpinan Menteri Keuangan sebelumnya. Ini menciptakan efek kejutan di ruang elektoral,” kata Denny.
Menurut Denny, munculnya Purbaya juga menandakan protest vote dari sebagian masyarakat yang menginginkan figur baru di panggung politik nasional.
Survei ini dilakukan melalui telepon (telesurvei) menggunakan database nomor yang dikumpulkan dari survei tatap muka tiga bulan sebelumnya.
Sebanyak 20% responden dipilih secara acak untuk wawancara ulang oleh tim berbeda sebagai bentuk quality control.
“Kami melakukan spot-check dengan tim terpisah. Responden dihubungi lagi untuk memastikan jawaban konsisten dan valid,” jelas Denny.
Pengamat politik menilai bahwa hasil survei IndexPolitica bisa menjadi sinyal awal terbentuknya poros politik baru menjelang Pilpres 2029.
Munculnya figur teknokrat seperti Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai mengapresiasi profesional non-partai sebagai calon pemimpin nasional.
Beberapa faktor yang diyakini mendorong “Purbaya Effect” antara lain kebijakan fiskal dan subsidi energi yang dinilai berpihak kepada masyarakat menengah, kinerja komunikasi ekonomi yang terbuka dan sederhana, citra teknokrat bersih dan berintegritas.
Jika tren ini berlanjut, tidak tertutup kemungkinan Purbaya menjadi kuda hitam Pilpres 2029 yang dapat mengimbangi dominasi nama-nama lama.
Hasil survei IndexPolitica membuka beberapa kemungkinan daintara koalisi partai politik mulai mempertimbangkan nama baru seperti Purbaya untuk memperluas basis dukungan, strategi komunikasi politik akan lebih banyak menyoroti isu ekonomi dan kesejahteraan rakyat dan isu regenerasi kepemimpinan bisa menjadi tema utama jelang 2029.
Sementara Prabowo Subianto tetap berada di puncak dengan 40,12%, menunjukkan basis dukungan yang stabil.
Namun, pergerakan cepat Purbaya menjadi sinyal bahwa dinamika politik nasional masih sangat terbuka.

Leave a Reply