Misteri Dua Kerangka Hangus di Gedung Kwitang, Diduga Terkait Aktivis Hilang Saat Demo Agustus

Misteri Dua Kerangka Hangus di Gedung Kwitang, Diduga Terkait Aktivis Hilang Saat Demo Agustus
Polisi menemukan dua kerangka manusia hangus terbakar di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat.

Dua Kerangka Hangus Ditemukan di Gedung Kwitang, Diduga Terkait Aktivis Hilang Saat Demo Agustus

JOSS.CO.ID, JAKARTA — Penemuan dua kerangka manusia di gedung bekas kantor Astra Credit Companies (ACC), Kwitang, Jakarta Pusat, memicu tanda tanya besar di tengah publik. Polisi menemukan jasad tersebut dalam kondisi hangus dan tertimbun plafon, dua bulan setelah kebakaran besar yang terjadi bersamaan dengan demonstrasi pada Agustus 2025.

Kini, penyidik tengah mencocokkan DNA kedua jasad dengan keluarga dua aktivis yang dilaporkan hilang saat aksi unjuk rasa tersebut.

“Kita masih menunggu hasil uji Labfor Polri,” kata AKBP Roby Saputra.

Proses identifikasi masih berjalan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Dua kerangka manusia dalam kondisi hangus itu ditemukan di gedung bekas kantor ACC, kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Temuan tersebut kemudian dikaitkan dengan dua orang yang dilaporkan hilang setelah demonstrasi besar-besaran pada akhir Agustus 2025, yakni Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.

Polisi akan melakukan tes DNA untuk mengungkap identitas kedua kerangka. Pihak keluarga Reno dan Farhan disebut telah mendatangi Laboratorium Forensik Polri untuk memberikan sampel DNA.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, penemuan itu terjadi secara tidak sengaja ketika tim teknisi sedang memeriksa struktur bangunan gedung yang terbakar untuk rencana renovasi pada Kamis (30/10/2025).

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait penemuan dua kerangka manusia dalam kondisi hangus terbakar,” ujar Susatyo, Minggu (2/11/2025).

Menurut keterangan Kapolres Susatyo, kondisi kedua kerangka sangat sulit dikenali karena hampir seluruh bagian tubuh hangus terbakar. Kedua jasad ditemukan tertimbun puing dan lapisan plafon yang runtuh akibat kebakaran pada 29 Agustus 2025.

Tim Inafis Polri bersama Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Pusat telah mengevakuasi kedua kerangka ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan pemeriksaan forensik dan identifikasi DNA.

Pemeriksaan forensik ini diharapkan bisa memastikan identitas korban sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang kini mencuat.

Penemuan dua kerangka tersebut langsung dikaitkan dengan Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, dua aktivis yang dilaporkan hilang setelah mengikuti aksi unjuk rasa pada Agustus lalu.

Keduanya terakhir terlihat di sekitar kawasan Senen, saat massa aksi menolak kebijakan pemerintah dan bentrok dengan aparat keamanan. Insiden itu juga memicu kebakaran sejumlah fasilitas umum, termasuk gedung ACC Kwitang.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menyatakan, hingga kini polisi belum menerima laporan baru soal orang hilang. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk menelusuri kemungkinan keterkaitan antara dua kerangka yang ditemukan dan dua aktivis tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan dua nama yang dilaporkan hilang pascademonstrasi,” jelas Roby.

Keluarga dari Reno dan Farhan disebut telah mendatangi Laboratorium Forensik Polri untuk memberikan sampel DNA yang akan dibandingkan dengan DNA kedua kerangka yang ditemukan di puing gedung ACC Kwitang.

“Keluarga kedua nama tersebut sudah melakukan uji sampling di Labfor Polri, kita masih menunggu hasilnya keluar,” tambah Roby.

Hasil uji DNA ini akan menjadi kunci utama dalam menentukan identitas korban dan memastikan apakah keduanya memang merupakan dua aktivis yang hilang setelah demonstrasi Agustus lalu.

Pihak Astra Credit Companies (ACC) membenarkan bahwa gedung mereka di Kwitang sudah tidak digunakan sejak kebakaran besar pada Agustus 2025.

EVP Corporate Communication ACC, Riadi Prasodjo, menjelaskan bahwa seluruh aktivitas operasional di lokasi tersebut telah dipindahkan sebelum insiden kebakaran terjadi.

“Setelah aksi demo yang menyebabkan kebakaran pada 29 Agustus 2025, Gedung ACC Kwitang tidak lagi digunakan karena mengalami kerusakan parah. Tidak ada kegiatan di dalam maupun di sekitar gedung sejak saat itu,” terang Riadi, Sabtu (1/11/2025).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*