
TAGAR #Kluivert Out menjadi tren di platform X (dulu Twitter) sejak pagi hingga siang hari. Lebih dari 19 ribu unggahan menggunakan tagar ini pada pukul 12.30 WIB, menjadikannya posisi kedua tren nasional, hanya kalah dari #Towel.
Sorotan publik mengarah ke performa pelatih asal Belanda itu yang dianggap gagal meneruskan prestasi pendahulunya, Shin Tae-yong, dalam membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia masuk ke fase putaran keempat kualifikasi zona Asia sebagai juru kunci Grup B. Dalam dua pertandingan krusial, Garuda tumbang 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak. Dengan demikian, mimpi menuju Piala Dunia 2026 kandas.
Hasil itu memicu reaksi keras dari publik dan suporter, yang menilai kegagalan tidak hanya karena pemain, tetapi juga strategi dan keputusan di kursi pelatih.
Extra Time Indonesia lewat akun @idextratime mengecam keputusan PSSI menunjuk Kluivert dan menegaskan kegagalan telah nyata.
Akun @Hilmi28 menyerukan agar Ketum PSSI dan pelatih turun. Ia menyebut “kalau gagal karena pemilihan line up tak tepat, itu tak bisa diterima.”
Di Instagram, @fifaworldcup.idn menyasar keputusan wasit Ma Ning yang disebut berat sebelah dalam laga Irak vs Indonesia.
Unggahan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang meminta maaf atas kekalahan dibanjiri lebih dari 157 ribu komentar. Banyak yang menuntut evaluasi total.
Suporter La Grande Indonesia secara resmi menyerukan “Patrick Kluivert Out, PSSI Harus Tanggung Jawab” atas kegagalan timnas.
Pengamat sepakbola menyoroti bahwa Kluivert tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam taktik dan pengelolaan tim sejak awal masa jabatannya.
Manajer Timnas, Sumardji, menyebut bahwa keputusan nasib Kluivert ada di tangan rapat Exco PSSI.
Meski tekanan publik kian massif, Kluivert menyatakan bahwa ia belum punya rencana untuk mundur. Dia menegaskan perlu evaluasi lebih dulu sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, Kluivert memilih pulang langsung ke Belanda usai kegagalan di Jeddah dan tak ikut rombongan pemain.
Sebelumnya, rumor bahwa Shin Tae-yong akan kembali melatih timnas pun beredar luas. Namun, Shin membantah secara tegas bahwa rumor itu tidak benar.
Setelah kegagalan ini, Istana ikut buka suara. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendesak evaluasi mendalam di tubuh sepakbola nasional.Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menyampaikan rasa kekecewaan dan memerintahkan rapat evaluasi segera.
Di level PSSI, rapat Exco akan menjadi panggung keputusan masa depan pelatih. Beberapa nama pelatih top Eropa pun disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.
Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 telah memicu gelombang kritik yang masif terhadap sosok Patrick Kluivert dan PSSI. Tagar #KluivertOut sudah menjadi simbol kekecewaan publik yang melampaui sekadar performa di lapangan.
Publik berharap agar keputusan evaluasi cepat dilakukan—apakah mempertahankan Kluivert dengan restrukturisasi atau menggantinya dengan figur yang lebih memahami nuansa sepakbola Asia.
Ke depan, dua agenda besar menanti: Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028. Bagaimana kiprah timnas kita di sana juga bakal jadi tolok ukur urgensi perubahan.

Leave a Reply