Pekerja Indonesia Makin Diminati Perusahaan Jepang, Ini Penjelasan Dubes Masaki Yasushi

Perusahaan Jepang semakin tertarik merekrut pekerja Indonesia karena etos kerja tinggi dan kemampuan beradaptasi, kata Dubes Jepang Masaki Yasushi.

JOSS.CO.ID, JAKARTA – Pekerja asal Indonesia semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan di Jepang. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, dalam konferensi pers di kantor Kedutaan Besar Jepang di Jakarta Pusat, Selasa (8/10).

Menurut Masaki, perusahaan Jepang menilai tenaga kerja Indonesia memiliki etos kerja tinggi, disiplin, serta kemampuan beradaptasi yang baik dengan budaya kerja di Negeri Sakura.

“Pekerja terampil Indonesia terus menjadi incaran perusahaan Jepang karena mereka bekerja keras, menghormati norma, dan mampu menyesuaikan diri dengan budaya lokal,” ujar Masaki.

Jepang Hadapi Kekurangan Tenaga Kerja

Masaki menjelaskan, meningkatnya permintaan tenaga kerja Indonesia tidak terlepas dari penurunan populasi Jepang yang semakin tajam dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak sektor industri di Jepang mengalami kekurangan sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja terampil.

Data dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan, populasi Jepang terus menyusut sejak 2010 dan kini berada di titik terendah dalam satu dekade terakhir. Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah penduduk usia produktif akan terus menurun hingga tahun 2050.

“Untuk menjaga keberlanjutan ekonomi, Jepang kini aktif mendatangkan tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia,” kata Masaki.

Pemerintah Jepang juga telah menyesuaikan sejumlah aturan agar pekerja asing merasa nyaman. Salah satunya dengan memberikan waktu beribadah bagi pekerja Muslim dan menyediakan akses makanan halal di beberapa perusahaan.

“Pengusaha Jepang memahami kebutuhan pekerja Indonesia, termasuk waktu salat dan ketersediaan makanan halal,” tambahnya.

Sektor Kerja untuk WNI Diperluas

Dubes Masaki mengungkapkan, Jepang tidak hanya membutuhkan pekerja di sektor tradisional seperti keperawatan, perikanan, dan pelayanan, tetapi juga mulai membuka peluang baru bagi tenaga kerja Indonesia di sektor transportasi, pertanian, dan manufaktur.

“Kami ingin memperluas sektor yang bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia. Mereka punya potensi besar di bidang lain yang juga kekurangan tenaga kerja,” katanya.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Jepang dalam memperluas daftar sektor yang masuk dalam skema Specified Skilled Worker (SSW) atau tenaga kerja terampil khusus. Skema ini memberikan izin tinggal dan bekerja bagi tenaga asing dengan keterampilan tertentu selama tiga hingga lima tahun.

Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), per akhir 2024 terdapat lebih dari 30.000 pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang. Mereka tersebar di berbagai prefektur seperti Osaka, Fukuoka, Aichi, dan Tokyo.

Pelatihan dan Adaptasi Budaya

Sebelum diberangkatkan, calon pekerja Indonesia mengikuti pelatihan keterampilan dan kursus bahasa Jepang tingkat N4 hingga N3. Program pelatihan ini diselenggarakan oleh lembaga resmi di bawah pengawasan pemerintah.

Masaki menilai, kemampuan beradaptasi dan semangat belajar menjadi faktor penting yang membuat pekerja Indonesia disukai perusahaan Jepang.

“Pekerja Indonesia cepat memahami budaya kerja Jepang. Mereka disiplin, sopan, dan menghormati hierarki di tempat kerja. Ini membuat mereka mudah diterima oleh rekan kerja lokal,” ujarnya.

Beberapa pekerja Indonesia bahkan berhasil menempati posisi supervisor atau pelatih magang di berbagai perusahaan Jepang, terutama di sektor manufaktur dan perawatan lansia.

Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Masaki menegaskan, kerja sama tenaga kerja antara Indonesia dan Jepang bersifat saling menguntungkan. Selain membantu Jepang menjaga produktivitas ekonomi, para pekerja Indonesia juga memperoleh pengalaman dan keahlian baru yang bisa mereka bawa pulang ke tanah air.

“Pekerja Indonesia biasanya tinggal tiga sampai lima tahun di Jepang dan mempelajari berbagai keterampilan baru. Kami berharap, saat mereka kembali ke Indonesia, keahlian itu bisa dimanfaatkan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Menurut dia, pemerintah Jepang mendukung penuh upaya peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia, termasuk melalui program pelatihan dan sertifikasi internasional.

Peran Pemerintah Indonesia

Sementara itu, BP2MI menyatakan pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan Kedutaan Jepang untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran asal Indonesia.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, sebelumnya menyebut Jepang sebagai salah satu negara tujuan paling potensial bagi pekerja Indonesia karena sistem ketenagakerjaan yang tertib dan berorientasi pada profesionalisme.

“Kerja sama dengan Jepang tidak hanya soal penempatan tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kompetensi dan perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia,” ujar Benny dalam keterangannya, dikutip dari BP2MI.go.id.

Selain itu, BP2MI juga memperluas program pelatihan berbasis vokasi agar calon pekerja siap secara mental, teknis, dan budaya sebelum bekerja di luar negeri.

Peluang Besar bagi Generasi Muda Indonesia

Meningkatnya permintaan tenaga kerja Indonesia di Jepang membuka peluang baru bagi generasi muda yang ingin mengembangkan karier di luar negeri.
Beberapa lembaga pelatihan kini menawarkan kursus bahasa Jepang gratis atau subsidi biaya pemberangkatan bagi peserta berprestasi.

Dengan etos kerja yang sudah diakui dunia, pekerja Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pilar penting tenaga kerja global.

Namun, pemerintah mengingatkan pentingnya calon pekerja memastikan proses keberangkatan melalui jalur resmi untuk menghindari praktik penipuan atau perdagangan manusia.

Hubungan Indonesia–Jepang Makin Erat

Kerja sama di bidang ketenagakerjaan ini memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang yang telah berlangsung lebih dari 65 tahun.
Selain di bidang tenaga kerja, kedua negara juga aktif bekerja sama di sektor pendidikan, teknologi, dan investasi industri.

Kedutaan Besar Jepang menyatakan siap memperluas kerja sama tersebut, termasuk memperbaiki sistem penempatan tenaga kerja dan memperkuat pengawasan agar hak-hak pekerja Indonesia terlindungi.

Meningkatnya minat perusahaan Jepang terhadap pekerja Indonesia menjadi bukti nyata bahwa SDM Indonesia diakui kualitasnya di dunia internasional.
Dengan dukungan pemerintah dan peningkatan kompetensi, peluang bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang akan terus terbuka lebar.

Ikuti terus berita terkini seputar ketenagakerjaan dan hubungan internasional hanya di portal ini agar tidak ketinggalan informasi penting setiap harinya.

 

Baca Juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Program Magang Nasional 2025, Dapat Uang Saku Setara UMP

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*