Kisah Haru Nur Azizah, Siswi Anak Penjual Sapu Rela Tunda Makan MBG Demi Ibu dan Adiknya

Siswi Anak Penjual Sapu Rela Tunda Makan MBG Demi Ibu dan Adiknya
Nur Azizah, siswi SDN 021 Bunga-Bunga Polewali Mandar, setiap hari membawa pulang makanan Program MBG untuk dibagi bersama ibu dan adiknya. (Foto: Ist)

Kisah Haru Nur Azizah, Siswi Anak Penjual Sapu di Polewali Mandar yang Rela Tunda Makan Demi Ibu dan Adiknya

JOSS.CO.ID, Polewali Mandar, Sulawesi Barat — Sebuah kisah menyentuh datang dari SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar,
Seorang siswi bernama Nur Azizah, anak dari penjual sapu lidi, memilih untuk tidak langsung memakan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan sekolah.

Bukan karena tidak suka, tapi karena ingin berbagi makanan itu dengan ibunya dan adiknya di rumah.

“Saya bawa pulang untuk makan bersama adikku. Ibu di rumah tidak masak karena tidak ada beras,” ujar Nur Azizah, dikutip dari regional.kompas.com (30/10/2025).

Hidup Sederhana di Rumah Pinjaman

Nur Azizah tinggal bersama ibunya, Ratna (38 tahun), dan seorang adiknya di rumah kosong milik warga yang mereka tumpangi sejak gubuknya roboh beberapa tahun lalu.

Sang ibu, yang mengidap penyakit diabetes, berjuang mencari nafkah dengan membuat dan menjual sapu lidi keliling kampung.
Harga sapu buatannya hanya Rp2.000 per buah, dan dalam sehari, paling banyak terjual sepuluh sapu.

Dengan penghasilan sekitar Rp20.000 per hari, Ratna hanya bisa membeli beras dan kebutuhan pokok secukupnya.

“Saya jual sapu lidi, kadang laku, kadang tidak. Hasilnya saya pakai untuk beli beras. Kalau tidak cukup, kami makan seadanya,” tutur Ratna lirih.

Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah menjadi penopang gizi bagi banyak siswa, termasuk Nur Azizah.
Setiap hari, sekolah menyediakan makanan bergizi untuk seluruh murid, dengan menu bervariasi seperti nasi, lauk pauk, sayur, dan buah.

Namun, bagi Azizah, makanan itu bukan sekadar bekal di sekolah — melainkan penyelamat bagi keluarganya.

Melihat ketulusannya, para guru SDN 021 Bunga-Bunga pun tergerak hati. Mereka membungkuskan porsi tambahan MBG agar bisa dibawa pulang oleh Azizah.

“Setiap hari, makanan untuk Azizah kami bungkuskan. Kadang kalau ada siswa tidak hadir, porsinya kami tambahkan untuk dia,” ujar Muhajar, Kepala Sekolah SDN 021 Bunga-Bunga.

Selain Nur Azizah, ada empat siswa lain dari keluarga kurang mampu yang juga mendapat perhatian serupa dari pihak sekolah.

Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan

Meski hidup dalam serba keterbatasan, Nur Azizah dikenal sebagai siswi rajin dan berprestasi. Ia jarang absen dan selalu bersemangat mengikuti pelajaran, meskipun sering minder karena kondisi ekonominya.

“Nur Azizah itu anaknya sopan dan tekun. Dia sering bilang ingin jadi dokter supaya bisa obati ibunya,” kata Muhajar.

Cita-cita sederhana itu menjadi motivasi besar bagi bocah kelas I ini untuk terus belajar, meski kadang berangkat sekolah tanpa sarapan.

Dukungan dari Guru dan Warga Sekitar

Kisah Nur Azizah kini menyentuh hati banyak orang. Warga sekitar mulai memberi perhatian lebih, bahkan ada yang menawarkan bantuan bahan makanan dan pakaian layak pakai.

Para guru di sekolahnya juga berupaya membantu dengan menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk kebutuhan keluarga Azizah.

“Anak ini benar-benar luar biasa. Semoga ada pihak yang bisa bantu agar hidupnya lebih layak,” ujar salah satu guru di sekolah tersebut.

Cerita Nur Azizah menggambarkan bagaimana program MBG tidak hanya mengatasi masalah gizi anak sekolah, tetapi juga membawa dampak sosial bagi keluarga miskin.

Meski hidup dalam kesulitan, Nur Azizah terus berjuang meraih mimpinya. Ia berharap bisa menjadi dokter suatu hari nanti, agar dapat menyembuhkan ibunya dan membantu orang lain.

“Kalau besar nanti saya mau jadi dokter,” ujarnya sambil tersenyum malu.

Kepala sekolah dan para guru berharap, kisah ini bisa menginspirasi banyak pihak untuk peduli terhadap anak-anak dari keluarga miskin yang memiliki semangat tinggi untuk bersekolah.

Kisah Nur Azizah bukan sekadar cerita sedih, tapi potret keteguhan hati seorang anak kecil yang mengajarkan arti berbagi dan berjuang.

Baca Juga: Ulat di Menu MBG, SPPG: Jenis Yang Bisa Dimakan dan Tinggi Protein

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*