
JOSS.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pernyataan kontroversial dalam pembukaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) batch 3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (3/9/2025)
“Guru itu tujuannya mulia, bagaimana memintarkan anak orang itu tujuannya, bukan cari uang. Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedagang lah”. ujarnya.
Namun publik langsung menyentil ketimpangan antara pesan itu dengan kekayaan suara yang dilaporkannya di LHKPN senilai Rp67,6 miliar.
Pernyataan datang dari Menag KH Nasaruddin Umar, mantan Imam Besar Masjid Istiqlal dan akademisi, kini menjabat sebagai Menteri Agama RI masa jabatan 2024–2029.
Ucapan tersebut disampaikan saat membuka PPG batch 3 di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, pada Rabu, 3 September 2025. Sedangkan data kekayaan berasal dari laporan LHKPN per 31 Desember 2023 atau pelaporan terbaru ditransparansi pada publik 2024–2025.
Lokasi pernyataan: UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Informasi kekayaan diakses melalui LHKPN online dan diliput media nasional.
Pernyataan Menag dimaksudkan memotivasi guru agar fokus pada pengabdian, bukan materi. Namun di kalangan publik, hal ini dipandang tidak sensitif, terutama terhadap guru honorer yang banyak digaji minim—beberapa disebut bertahan hidup dengan honor di bawah Rp500 ribu per b
LHKPN menunjukkan rincian kekayaan Menag per perhitungan terbaru:
- 58 aset tanah dan bangunan senilai Rp13,1 miliar
- 3 kendaraan/motor senilai Rp212 juta
- Harta bergerak lainnya: Rp60 juta
- Surat berharga atau kas/setara kas: Rp39,4 miliar
- Harta lain: Rp16,2 miliar
- Setelah dikurangi utang Rp1,44 miliar, total bersih ≈ Rp67,6 miliar.

Leave a Reply