Mahasiswi Indonesia di AS, Glory Lamria Viral Usai Sambut Presiden Prabowo di New York: Benarkah Wawancara Diaspora Settingan?

Glory Lamria New York
Glory Lamria, mahasiswa Columbia University yang viral saat menyambut Prabowo jelang pidato PBB 2025 di New York, AS. (Youtube Sekretariat Presiden)

JOSS.CO.iD – Nama Glory Lamria Aritonang, mahasiswi Indonesia di Amerika Serikat, mendadak viral di media sosial usai ikut menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di New York, AS.

Momen yang semula dianggap wajar kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Hal ini lantaran muncul tudingan bahwa wawancara diaspora Indonesia dengan media istana bukan murni spontanitas, melainkan sudah diatur alias settingan.

Glory Lamria yang dikenal sebagai profesional muda sekaligus mahasiswa Master of Science in Technology Management di Columbia University, sempat diwawancarai saat menyambut Presiden, dengan penuh antusias, ia menyampaikan pandangan positif soal kehadiran Prabowo yang disebut sebagai kunjungan pertama Presiden RI ke New York dalam satu dekade terakhir.

Namun, netizen mempertanyakan wajar tidaknya momen tersebut setelah sebuah akun X bernama @barengwarga mengunggah tudingan kontroversial.

Tuduhan Wawancara Diaspora Diatur

Dalam unggahan di platform X, akun @barengwarga menulis bahwa wawancara dengan diaspora Indonesia di New York sudah dipilih sebelumnya.

“Jadi, menurut beberapa kawan diaspora dan jurnalis diaspora yang kami hubungi, wawancara dengan diaspora di New York itu sudah di-set sama wartawan istana, tidak bisa pilih narasumber lain,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu sontak memicu perdebatan sengit. Sebagian warganet menduga, munculnya nama Glory di layar media istana bukan kebetulan, melainkan memang sudah diskenariokan.

Isu Fasilitas Hotel Mewah

Kontroversi semakin memanas ketika akun yang sama menuding Glory mendapat fasilitas kamar gratis di Hotel AMAN New York, tempat rombongan Presiden menginap.

Tarif kamar hotel bintang lima tersebut dilaporkan mencapai USD 6.000–25.000 per malam, atau sekitar Rp90 juta–Rp375 juta.

“Orang yang diwawancara pertama itu Glory Lamria, update berenang di hotel AMAN NY, hotel tempat rombongan Prabowo menginap (sekitar 60 orang). Harga kamarnya mulai dari $6.000 sampai $25.000 per malam,” tulis akun itu.

Dugaan tersebut kian menguat setelah unggahan Glory di media sosial memperlihatkan dirinya berenang di kolam hotel tersebut. Publik pun menduga ia ikut menikmati fasilitas mewah yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi rombongan resmi.

Bahkan, masih menurut akun @barengwarga, sejumlah mahasiswa dan diaspora yang terlihat dalam video penyambutan Prabowo juga disebut mendapat akomodasi serupa.

Siapa Sebenarnya Glory Lamria?

Terlepas dari kontroversi yang berkembang, sosok Glory Lamria bukanlah figur sembarangan.

  • Ia adalah lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang memiliki segudang prestasi internasional.
  • Pada 2018, Glory berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi International Genetically Engineering Machine (iGEM) di Boston.
  • Tahun berikutnya, ia dinobatkan sebagai Most Outstanding Student Award kategori Riset dan Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi RI.

Saat ini, Glory tengah menempuh pendidikan lanjutan di Columbia University, salah satu kampus ternama dunia.

Reaksi Netizen

Meski tudingan soal settingan wawancara dan fasilitas hotel mewah masih simpang siur, hingga kini belum ada klarifikasi resmi baik dari pihak Istana maupun Glory sendiri.

Respons publik Tanah Air pun terbelah. Sebagian netizen memberikan dukungan dan menganggap Glory pantas tampil sebagai diaspora muda berprestasi.

Namun, banyak juga yang melontarkan kritik pedas, menuntut transparansi terkait dugaan pemberian fasilitas mewah.

Beberapa komentar warganet antara lain:

  • “Bentar… kan biasanya pejabat negara ada batas rate biaya akomodasi perdin ya, apa tercover? Paling narasinya ‘uang pribadi bapak’ lagi. Yang jelas kalau bener nginep di sana, terlepas uang negara apa bukan, poinnya udah tone deaf total ini sih dalam kondisi negara gini,” tulis akun @cha******.
  • “Mereka ini dibayar pakai pajak kita?” sindir akun @bud******.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia di New York Gelar Aksi Kamisan, Dapat Ancaman Pencabutan Beasiswa?

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*