IEU – CEPA Disepakati, 98 Persen Tarif Dagang Indonesia–Uni Eropa Akan Dihapus

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)

JOSS.CO.iD, JAKARTA – Pemerintah memastikan kerja sama perdagangan bebas Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU – CEPA) akan membawa dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Melalui kesepakatan ini, lebih dari 98 persen tarif dagang antara Indonesia dan Uni Eropa akan dihapus secara bertahap.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam Forum Indonesia–European Union Business Outlook 2025 di Jakarta, Selasa (24/9/2025). Ia menekankan, penghapusan tarif akan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar Eropa dan mendorong peningkatan ekspor.

“Dengan implementasi IEU-CEPA, produk Indonesia dapat masuk ke Uni Eropa lebih mudah dan dengan harga yang lebih kompetitif. Proyeksi menunjukkan ekspor bisa naik hampir 60 persen,” kata Airlangga.

Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir menilai kesepakatan ini sebagai game changer bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kedua pihak, tetapi juga berdampak luas pada kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia adalah ekonomi terbesar di ASEAN. Dengan adanya IEU-CEPA, kita bisa memperkuat posisi strategis di kawasan dan membuka peluang pertumbuhan baru,” ujar Prabowo.

Optimisme pemerintah berlandaskan data perdagangan yang menunjukkan tren positif, pada 2024, nilai perdagangan Indonesia–Uni Eropa mencapai USD30,4 miliar. Indonesia mencatat surplus sebesar USD4,4 miliar dari total perdagangan tersebut  dan Uni Eropa menempati peringkat ke-5 sebagai investor terbesar di Indonesia dengan total investasi USD15,6 miliar dalam lima tahun terakhir.

Angka-angka tersebut memperlihatkan potensi kerja sama yang lebih besar di masa depan.

Selain perdagangan barang, IEU-CEPA juga memuat kesepakatan terkait ekonomi digital. Pemerintah mencatat, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan menembus USD150 miliar pada 2025.

Airlangga menjelaskan, dukungan Uni Eropa dalam teknologi dan infrastruktur digital dapat mempercepat transformasi di sektor ini. Indonesia bahkan sudah memanfaatkan satelit orbit rendah untuk memperluas akses internet cepat ke lebih dari 100 ribu warga di daerah pelosok.

“Kerja sama dengan Eropa akan memperkuat ekosistem digital Indonesia, baik dari sisi teknologi maupun regulasi,” ujar Airlangga.

Agar implementasi IEU-CEPA berjalan efektif, pemerintah menggandeng sejumlah pihak, antara lain Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham).

Ketiga organisasi ini diharapkan dapat mendampingi pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang dari kesepakatan perdagangan bebas tersebut.

“Saatnya dunia usaha Indonesia mengambil peran aktif. Potensi besar ini harus dimaksimalkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Airlangga.

Implementasi IEU-CEPA diperkirakan memberikan sejumlah manfaat strategis yaitu ekspor meningkat hingga 60 persen dalam beberapa tahun, produk Indonesia lebih kompetitif di pasar Uni Eropa karena penghapusan tarif, lapangan kerja baru tercipta di sektor industri, jasa, dan digital, investasi asing meningkat, terutama dari Uni Eropa. dan ekonomi digital berkembang lebih cepat dengan dukungan teknologi Eropa.

Meski potensinya besar, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Produk Indonesia harus mampu memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan yang ketat di Uni Eropa. Selain itu, infrastruktur logistik dalam negeri perlu diperkuat agar biaya distribusi ekspor lebih efisien.

Pemerintah menegaskan akan menyiapkan regulasi, insentif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memastikan Indonesia mampu bersaing.

Kesepakatan IEU – CEPA menandai babak baru hubungan dagang Indonesia–Uni Eropa. Dengan penghapusan 98 persen tarif, proyeksi kenaikan ekspor, dan peluang investasi baru, kerja sama ini berpotensi menjadi tonggak penting bagi perekonomian nasional.

Pemerintah berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di level makro, tetapi juga langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Sektor Pertanian Tumbuh 1,65 Persen, Airlangga Dorong Riset Hortikultura dan Gnome Sequencing

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*