
JOSS.CO.ID, Gaza – Badan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan kondisi darurat yang menimpa perempuan dan anak di Gaza. Lebih dari satu juta jiwa kini menghadapi ancaman kelaparan, kekerasan, dan pelecehan, sebagaimana disampaikan melalui platform X pada Sabtu (16/8/2025).
“Kelaparan di Gaza menyebar cepat. Perempuan dan anak perempuan terpaksa mengambil langkah berisiko demi bertahan hidup, seperti keluar mencari makanan dan air dengan ancaman kehilangan nyawa,” tulis UNRWA.
UNRWA juga mendesak agar blokade Israel segera dicabut, sehingga bantuan kemanusiaan bisa disalurkan secara besar-besaran. Namun, hingga kini pengiriman bantuan masih terhambat. Data mencatat, sejak 2 Maret 2025, mayoritas organisasi internasional tidak berhasil mengirimkan satu pun truk bantuan akibat pembatasan Israel. Bahkan, pada Juli lalu, lebih dari 60 permohonan dari berbagai NGO ditolak.
Krisis ini semakin nyata setelah otoritas kesehatan Gaza pada Sabtu (16/8) melaporkan 11 korban meninggal dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk seorang anak. Dengan demikian, total korban jiwa akibat kelaparan telah mencapai 251 orang, di antaranya 108 anak.
Sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 61.800 jiwa, dengan lebih dari 155.000 orang luka-luka.
Sementara itu, Kantor HAM PBB mencatat sedikitnya 1.760 warga Palestina tewas ketika mencari bantuan antara 27 Mei hingga 13 Agustus. Dari jumlah itu, 994 orang meninggal di sekitar lokasi non-PBB, sedangkan 766 lainnya tewas di sepanjang jalur konvoi bantuan.

Leave a Reply