
JOSS.CO.ID, Gaza – Serangan udara Israel pada Minggu (10/8) malam menewaskan tujuh wartawan, lima di antaranya merupakan jurnalis Al Jazeera. Mereka termasuk koresponden Anas al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, serta juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa.
Kelima jurnalis Al Jazeera itu tengah berada di tenda pers di gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, ketika serangan terjadi. Tak lama setelahnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui menyerang Anas al-Sharif, dengan tuduhan bahwa ia memimpin sel teroris Hamas.
Pemimpin Redaksi Al Jazeera, Mohamed Moawad, menegaskan bahwa Anas al-Sharif adalah jurnalis terakreditasi dan menjadi sumber utama informasi dunia tentang kondisi di Jalur Gaza.
“Mereka diserang saat berada di tenda, bukan di garis depan. Pemerintah Israel berusaha membungkam liputan media dari Gaza,” ujarnya.
Moawad menambahkan, beberapa saat sebelum tewas, Anas al-Sharif sempat mengunggah peringatan mengenai serangan bom Israel. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan laporan oleh Al Jazeera.
Bulan lalu, Al Jazeera bersama PBB dan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) telah menyerukan perlindungan bagi Anas al-Sharif. Berdasarkan data CPJ, sejak serangan militer Israel dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 186 wartawan telah tewas di Gaza.

Leave a Reply