
JOSS.CO.ID, JOGJA – Warga Jogja dan netizen seluruh Indonesia lagi heboh sama istilah “Rojali” (Rombongan Jarang Beli) dan “Rohana” (Rombongan Hanya Nanya). Fenomena ini menggambarkan rombongan pengunjung mall yang datang rame-rame, keliling dari satu toko ke toko lain, tapi jarang melakukan transaksi.
Uniknya, bukannya panik atau khawatir, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY justru menganggap tren ini sebagai hal positif.
Ketua APPBI DIY, Surya Ananta, mengatakan bahwa kunjungan ke mall tetap penting meskipun tidak selalu berujung pembelian. Menurutnya, mall di Jogja kini tidak hanya jadi tempat belanja, tapi juga sarana hiburan, kuliner, dan rekreasi.
“Meskipun mereka tidak langsung belanja, biasanya tetap ada pengeluaran untuk makan, minum, nonton bioskop, atau hiburan lain. Itu tetap menggerakkan ekonomi tenant,” ujarnya dikutip dari Harian Jogja, Senin (11/8/2025).
Rojali & Rohana Jadi Bahan Konten Viral
Fenomena ini mulai viral di media sosial sejak akhir Juli 2025, setelah banyak netizen membagikan video parodi di TikTok dan Instagram. Beberapa bahkan membuat polling lucu: “Kamu tim Rojali, Rohana, atau Rohepi (Rombongan Happy Belanja)?”
Sejumlah brand lokal dan pengelola mall di Jogja pun cepat memanfaatkan tren ini dengan promo kreatif, giveaway, hingga event hiburan untuk menarik perhatian.
Bukan Fenomena Baru, Tapi Kini Ramai Dibahas
Menurut APPBI DIY, perilaku seperti ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru mendapat spotlight karena ramai dibahas di dunia maya. OJK bahkan menilai fenomena ini wajar di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, di mana masyarakat lebih berhati-hati sebelum membeli barang.
“Yang penting pengunjung tetap datang, suasana mall hidup, dan ada potensi transaksi. Tinggal strategi dari tenant untuk mengonversinya,” tambah Surya.
Mall di Jogja Tetap Jadi Magnet Wisata
Beberapa pusat belanja seperti Malioboro Mall, Jogja City Mall, dan Sleman City Hall dilaporkan mengalami lonjakan pengunjung di akhir pekan, Bahkan, banyak wisatawan dari luar kota yang penasaran ingin “ikutan” jadi Rojali atau Rohana sekadar buat konten.
Fenomena ini membuktikan bahwa Yogyakarta tetap punya daya tarik kuat sebagai kota wisata belanja dan kuliner, meski tren konsumen berubah.

Leave a Reply