JOSS.CO.ID, Jakarta – Koalisi masyarakat sipil menuntut Presiden RI Prabowo Subianto segera membentuk tim independen untuk mengusut kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil rantis Brimob saat aksi unjuk rasa di depan DPR, Kamis (28/8/2025) malam.
Perwakilan IM57+, Lakso Anindito, menegaskan bahwa tim khusus independen diperlukan agar mampu mengungkap secara menyeluruh dugaan brutalitas aparat.
“Jika diperlukan, Presiden harus membuat tim independen agar transparansi dan akuntabilitas bisa ditegakkan,” kata Lakso dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, Jumat (29/8).
Lakso meminta semua anggota Polri yang terlibat diproses melalui jalur pidana. Ia juga mendesak Prabowo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertanggung jawab penuh atas insiden yang menewaskan Affan.
Menurutnya, kericuhan itu muncul akibat kegagalan pemerintah merespons isu publik, mulai dari kenaikan harga beras hingga polemik tunjangan rumah DPR.
Situasi demonstrasi di Jakarta masih memanas hingga Jumat pagi. Bentrokan terjadi di sejumlah titik, termasuk sekitar Markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, saat ribuan driver ojol menuntut keadilan bagi Affan. Polisi membalas lemparan batu dan petasan dengan gas air mata serta water canon. Hingga kini, jumlah korban maupun kerugian belum terdata secara resmi.
Kapolri Listyo Sigit menyampaikan permintaan maaf dan mengaku institusinya bertanggung jawab. Ia menegaskan tujuh anggota Brimob telah diamankan dan tengah diperiksa Propam Polri di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.
“Proses hukum akan berjalan transparan,” kata Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bakal menghukum seberat-beratnya anggota yang terbukti melanggar aturan dalam insiden ini.
“Petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Jika terbukti melanggar, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Prabowo dalam sebuah video resmi.

Leave a Reply