Keanekaragaman Hayati Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan, Bappenas Tekankan Strategi Pengelolaan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi. (Foto: istimwa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi,Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi, menegaskan bahwa keanekaragaman hayati tidak sekadar urusan konservasi, tetapi fondasi utama pembangunan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, komitmen seluruh pihak mutlak diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kekayaan alam Indonesia.

“Namun syaratnya jelas, perlindungan kawasan konservasi dan pemulihan ekosistem harus berjalan beriringan,” kata Rachmat saat meluncurkan Buku Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sumatra dan Ekoregion Sulawesi di Jakarta, Selasa (19/8).

Rachmat menjelaskan empat strategi pengelolaan keanekaragaman hayati yang tengah disiapkan pemerintah. Pertama, bioprospeksi untuk memaksimalkan potensi genetik bernilai ekonomi tinggi dengan dukungan inovasi teknologi.

Kedua, penguatan bioekonomi mencakup energi, pangan, obat-obatan, serta pengembangan komoditas lokal seperti pala, sagu, rumput laut, hingga biofuel.

Ketiga, pemanfaatan jasa ekosistem, termasuk pengembangan ekowisata. Keempat, kolaborasi inklusif yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat lokal, hingga mitra internasional.

Strategi tersebut sejalan dengan kerangka Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 serta komitmen global Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework. Indonesia sendiri telah merumuskan 13 strategi, 20 target nasional, 95 kelompok aksi, dan lima dokumen pendukung.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan bahwa buku status kekinian keanekaragaman hayati ini akan menjadi instruksi strategis dalam penyusunan regulasi pengelolaan kekayaan alam nasional. “Instrumen regulasi bisa berupa peraturan pemerintah, peraturan presiden, hingga peraturan menteri,” ujarnya.

Dengan fondasi regulasi yang kuat, pemerintah berharap keanekaragaman hayati dapat menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*