Kantuk Berlebihan Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes, Waspadai Gejalanya

Ilustrasi perempuan menguap. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Semarang – Rasa kantuk berlebihan meski sudah tidur cukup sering dianggap wajar akibat kelelahan. Namun, jika kondisi ini terjadi hampir setiap hari, sebaiknya waspada karena bisa menjadi gejala diabetes.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herry Nursetiyanto, menjelaskan bahwa penderita diabetes kerap merasakan kantuk ketika kadar gula darah tidak stabil.

“Ketika gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), tubuh membuang glukosa melalui urine sehingga cairan banyak hilang. Akibatnya darah mengental, suplai oksigen ke otak berkurang, tubuh terasa lelah, dan mengantuk,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8).

Sebaliknya, jika kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), otak kekurangan energi. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi saraf otak dan menimbulkan gemetar, berkeringat, lapar, hingga jantung berdebar. Bila tidak segera ditangani, gejalanya dapat berkembang menjadi lemas, bingung, pingsan, bahkan koma.

Selain kantuk, gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain sering haus, sering buang air kecil, pandangan kabur, berat badan turun drastis, serta sulit berkonsentrasi. Jika tidak dikontrol, diabetes dapat memicu komplikasi serius seperti kerusakan saraf, stroke, gagal ginjal, serangan jantung, hingga kebutaan.

dr. Herry mengingatkan, kantuk yang muncul terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sepele. Kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup karena mengganggu fokus, pola makan, dan aktivitas sehari-hari. Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, mengelola stres, dan rutin berolahraga.

“Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendeteksi kemungkinan prediabetes atau diabetes lebih dini,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Mayapada Hospital menghadirkan Sugar Clinic, layanan kesehatan gratis untuk mendeteksi risiko diabetes. Klinik ini menawarkan pemeriksaan gula darah, skrining berbasis AI, konsultasi medis, serta pendampingan gaya hidup sehat. Layanan tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bandung, dan Surabaya.

Masyarakat dapat memesan layanan melalui aplikasi MyCare, yang juga menyediakan fitur konsultasi dokter, artikel kesehatan, hingga pemantauan kesehatan personal. Aplikasi ini bahkan memberikan reward point berupa potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*