
JOSS.CO.ID, SEMARANG – Isu adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang menarasikan akan menggantikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mencuat. Di tengah isu ini, Ketua DPD I Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, justru menunjukkan sikap yang santai dan terkesan tidak terpengaruh.
Respons ini datang setelah dia mengukuhkan kepengurusan DPD I Golkar Jawa Tengah dan menggelar Rapat Koordinasi dengan DPD II se-Jateng. Ini menjadi bukti bahwa alih-alih merespons desas-desus, DPD Golkar Jateng memilih untuk fokus pada kerja-kerja konkret di lapangan.
Terkait isu Munaslub yang kembali memanas, Saleh menyebut bahwa Sekjen Golkar, Sarmuji, telah membantahnya. Dia menegaskan, DPD Golkar Jateng mempersiapkan Musda kabupaten/kota dan memperkuat konsolidasi hingga acara rumput.
“Cak Sarmuji sekjen, sudah jawab mas, kami DPD I Partai Golkar Jateng habis rakor dengan DPD Golkar kabupaten dan kota, mempersiapkan musda-musda kab dan kota. Fokus urus konsolidasi, hingga kecamatan dan desa,” kata Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jateng itu meminta kepada kader Partai Golkar Jateng fokus untuk konsolidasi, tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas.
“Biasa saja mas, Partai Golkar Jateng fokus konsolidasi organisasi, gak usah aneh aneh,” ucap Saleh, tegas.
Sikap tenang ini seolah menjadi pesan bahwa stabilitas di daerah adalah prioritas utama. Ketika DPD Golkar di tingkat kabupaten dan kota sedang sibuk mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda), isu-isu yang datang dari pusat hanya dianggap sebagai gangguan yang tidak relevan.
Konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi bukti komitmen nyata terhadap penguatan organisasi, bukan sekadar basa-basi politik.
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah potensi perpecahan yang coba dimainkan oleh pihak-pihak tertentu, Golkar di Jawa Tengah memilih untuk bersatu dan menguatkan basisnya. Mereka sadar betul bahwa kekuatan partai terletak pada akar rumput, bukan pada intrik-intrik di tingkat elite.
Pesan yang disampaikan Saleh juga sejalan dengan pernyataan yang sering dilontarkan oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia tentang pentingnya kerja nyata. Keduanya seolah bersepakat bahwa produktivitas dan fokus pada program kerja adalah kunci, bukan drama politik.
Isu Munaslub yang beredar ini secara tidak langsung menguji soliditas partai. Namun, sikap tegas dari DPD I Golkar Jateng menunjukkan bahwa fondasi partai tidak goyah. Partai memilih untuk memfokuskan energi pada apa yang benar-benar penting.
Sikap tenang ini seolah menjadi pesan bahwa stabilitas di daerah adalah prioritas utama. Ketika DPD Golkar di tingkat kabupaten dan kota sedang menyiapkan Musda, isu-isu yang datang dari pusat hanya dianggap sebagai gangguan yang tidak relevan.
Konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi bukti komitmen nyata terhadap penguatan organisasi, bukan sekadar basa-basi politik.
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah potensi perpecahan yang coba dimainkan oleh pihak-pihak tertentu, Golkar di Jawa Tengah memilih untuk bersatu dan menguatkan basisnya. Mereka sadar betul bahwa kekuatan partai terletak pada akar rumput, bukan pada intrik-intrik di tingkat elite.
Pesan yang disampaikan Saleh juga sejalan dengan pernyataan yang sering dilontarkan oleh Ketua Umum Bahlil Lahadalia tentang pentingnya kerja nyata. Keduanya seolah bersepakat bahwa produktivitas dan fokus pada program kerja adalah kunci, bukan drama politik.
Konsolidasi di tingkat kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa adalah pekerjaan yang membutuhkan dedikasi dan waktu. Pekerjaan-pekerjaan inilah yang sesungguhnya menentukan masa depan partai, bukan isu Munaslub yang datang silih berganti.
Pada akhirnya, pernyataan Mohammad Saleh ini menjadi penegasan bahwa kepemimpinan Bahlil Lahadalia masih solid di tingkat daerah. Dan bahwa isu Munaslub hanyalah narasi kosong yang tidak memiliki api untuk membakar semangat kader di akar rumput.

Leave a Reply