JOSS.CO.ID, Amerika – International Business Machines Corporation (IBM) bersama Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengembangkan matahari digital bernama Surya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Surya dibangun dari data Satelit Solar Dynamic Observatory (SDO) yang merekam interior, atmosfer, hingga medan magnet Matahari selama sembilan tahun. Tidak seperti model sebelumnya, Surya menggunakan arsitektur foundation model sehingga mampu mempelajari data mentah Matahari secara langsung.
Model AI ini dirancang untuk mempercepat analisis dan prediksi badai matahari, yang sebelumnya membutuhkan waktu lama jika hanya bergantung pada analisis manual.
“Surya mampu memproses data lebih cepat dibanding manusia dan menghasilkan prakiraan yang lebih akurat,” tulis laporan Orbital Today, Selasa (26/8/2025).
Teknologi ini menggunakan delapan kanal Atmospheric Imaging Assembly (AIA) untuk menampilkan Korona Matahari, serta lima produk Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) guna mempelajari osilasi dan medan magnet permukaan.
Keunggulannya, Surya tidak hanya mendeteksi potensi badai matahari, tetapi juga mempelajari fisika dasar evolusi Matahari. Dalam uji coba, model ini mampu memprediksi jilatan matahari 1–2 jam sebelum terjadi dengan kecepatan analisis 16% lebih baik dibanding metode konvensional.
Ke depan, IBM dan NASA akan memanfaatkan Surya untuk memprediksi dinamika Matahari, angin Matahari, semburan ultraviolet ekstrem (EUV), serta menjaga keselamatan astronot dan satelit di luar angkasa.

Leave a Reply