
JOSS.CO.ID, Padang – Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Rabu (25/8) siang pukul 14.45 WIB. Letusan ini terjadi hanya beberapa jam setelah erupsi pertama pukul 09.14 WIB.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, melaporkan erupsi siang hari tidak memperlihatkan tinggi kolom abu karena tidak teramati.
“Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 milimeter dan berlangsung sekitar 35 detik,” ujarnya di Padang.
Sementara itu, pada letusan pertama pagi hari, kolom abu terpantau setinggi 800 meter dari puncak gunung. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo 27,1 milimeter dan berdurasi sekitar 38 detik.
Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek, pusat erupsi.
PVMBG juga memperingatkan potensi bahaya lahar dingin yang bisa terjadi saat hujan, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai berhulu dari puncak gunung. Selain itu, apabila terjadi hujan abu, masyarakat diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Leave a Reply