JOSS.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan pihaknya akan memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons atas kasus keracunan yang menimpa siswa SD dan SMP di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8).
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kejadian seperti ini tidak terulang. SOP akan kami tingkatkan, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, pemangkasan waktu memasak, penyiapan, hingga pengiriman,” ujarnya.
Dadan menekankan pentingnya menjaga kualitas MBG dengan memangkas waktu penyimpanan di sekolah. Menurutnya, durasi ideal penyimpanan tidak lebih dari empat jam agar makanan tetap segar dan aman dikonsumsi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keracunan massal terjadi di Kecamatan Gemolong, Sragen. Korban terdiri dari murid SD, SMP, guru, hingga anggota keluarga yang mengonsumsi MBG, baik di sekolah maupun setelah dibawa pulang. Gejala yang dialami meliputi mual, pusing, dan diare setelah memakan MBG yang didistribusikan Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong.
Meski begitu, pemulihan korban berjalan baik dan tidak memerlukan perawatan inap di rumah sakit.

Leave a Reply