
JOSS.CO.ID, Gaza – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa wilayah Gaza kini menghadapi kelaparan besar yang disebabkan oleh ulah manusia, terutama karena blokade yang diberlakukan oleh Israel serta terbatasnya akses bantuan kemanusiaan.
“Ini adalah bentuk kelaparan buatan manusia, dan penyebabnya sangat jelas, yakni blokade,” ujar Tedros dalam konferensi pers virtual pada Rabu (23/7) seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (25/7/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah lebih dari 100 organisasi bantuan internasional menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap krisis kemanusiaan Gaza yang kian memburuk. Mereka memperingatkan bahwa pengiriman makanan, air bersih, dan pasokan medis masih tertahan di luar wilayah yang kini dihuni sekitar 2,2 juta orang.
Menurut laporan sejumlah lembaga bantuan, persediaan makanan di Gaza telah habis sejak Israel menerapkan blokade total pada Maret 2025 sebagai bagian dari operasi militer terhadap kelompok Hamas. Meski pada Mei blokade sedikit dilonggarkan, arus bantuan yang masuk tetap sangat terbatas.
Pihak Israel membela kebijakan pembatasan tersebut sebagai upaya mencegah bantuan jatuh ke tangan militan. Pemerintah juga mengklaim telah menyediakan jalur distribusi logistik secara memadai, dan menyalahkan Hamas atas penderitaan rakyat Gaza.
Namun, WHO dan organisasi bantuan lainnya menilai langkah-langkah tersebut belum cukup untuk mencegah kelaparan massal di tengah konflik berkepanjangan ini.

Leave a Reply