SEMARANG, JOSS.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, dengan menekankan pentingnya penyebaran konten yang edukatif dan positif, alih-alih konten-konten yang bersifat provokatif.
Hal ini ditekankan Saleh menyoroti maraknya konten-konten provokatif yang dapat memecah belah masyarakat di berbagai platform digital.
Menurut Saleh, media sosial seharusnya menjadi ruang yang konstruktif bagi masyarakat untuk bertukar informasi, berbagi pengetahuan, dan mengedukasi satu sama lain.
Namun, belakangan ini, ia menilai banyak konten yang justru menebarkan kebencian, fitnah, dan hoaks, yang dapat merusak keharmonisan sosial.
“Pemuda kita, terutama yang aktif di media sosial, memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk opini publik. Maka dari itu, sangat penting bagi mereka untuk memilih dan menyebarkan konten yang membawa dampak positif,” kata dia.
Media sosial, kata Saleh, bukanlah tempat untuk menyebarkan provokasi, melainkan sebuah ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat.

Dia juga menekankan, media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk memperkenalkan berbagai hal yang bermanfaat, seperti pengetahuan tentang kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi, serta isu-isu sosial dan lingkungan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Sebagai generasi yang melek teknologi, pemuda memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat,” ungkap Saleh.
“Dengan konten yang edukatif, mereka bisa membantu meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat tentang berbagai hal, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga permasalahan sosial yang penting,” tambahnya.
Saleh yang juga Ketua DPD Golkar Jateng tersebut juga mengingatkan bahwa konten yang provokatif dapat memicu ketegangan sosial, bahkan merusak persatuan bangsa.
“Pemuda harus menjadi agen perubahan yang positif, bukan sebaliknya, menjadi penyebar ketegangan. Kami berharap mereka dapat lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta berpikir kritis terhadap konten yang beredar,” tegasnya.
DPRD Jateng juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya kalangan muda, agar dapat memilah konten yang dapat memberikan dampak positif dan menanggulangi penyebaran informasi yang menyesatkan.
Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk platform media sosial, untuk menanggulangi penyebaran konten negatif yang beredar di dunia maya.
“Ini adalah tanggung jawab bersama, agar media sosial tidak menjadi ajang perpecahan, tetapi menjadi alat yang mempererat persatuan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Saleh

Leave a Reply