
JOSS.CO.ID – Tradisi Pacu Jalur kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini, bukan hanya karena perlombaan perahu panjang di Sungai Batang Kuantan, tetapi karena aksi memukau seorang bocah penari pucuk jalur yang berdiri di ujung perahu sambil menari penuh karisma.
Sejumlah video Pacu Jalur yang menampilkan bocah berdiri di ujung perahu (dikenal sebagai ‘joki’ atau ‘penari pucuk jalur’) kembali mencuri perhatian masyarakat global.
Potongan video itu viral di TikTok dan Instagram, memunculkan tren “Aura Farming” yang mendunia. Istilah ini menggambarkan momen saat seseorang tampil percaya diri dan berkarisma seperti tokoh utama atau biasa dikenal dengan istilah main character energy.
Fenomena ini mulai mencuat sejak September 2024 dan kembali trending di pertengahan 2025. Bocah dalam video mengenakan pakaian adat Melayu, berdiri dengan tenang, memutar tangannya, dan menari seirama dengan gerakan perahu. Aksinya menjadi simbol semangat, kepercayaan diri, dan pemersatu tim.
“Kini fenomena itu melekat pada bocah pacu jalur yang memutar tangan, bersikap tenang penuh percaya diri, dan bergerak seirama dengan perahu melaju di Sungai Batang Kuantan.”
Netizen mancanegara ramai-ramai membuat parodi: dari berdiri di atas mobil, panggung, hingga kursi dermaga. Bocah tersebut dijuluki “Anak Coki” oleh warganet Indonesia dan menjadi simbol tren baru di media sosial global.
Tak hanya masyarakat biasa, klub-klub elite dunia seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan AC Milan ikut merespons tren ini. Maskot PSG mengunggah ulang video bocah itu dengan caption “pure joy”, sementara AC Milan memparodikannya di akun sosial media resmi mereka. Respons positif ini membuktikan bahwa budaya lokal Indonesia punya tempat di panggung digital dunia.
Lebih dari sekadar lomba, Pacu Jalur adalah warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi, Riau, sejak abad ke-17. Dahulu, perahu panjang (jalur) digunakan untuk transportasi di Sungai Batang Kuantan sebelum menjadi ajang perlombaan tradisional.
Dalam satu tim Pacu Jalur, terdapat 50–60 pendayung yang terdiri dari beberapa peran, antara lain:
Tukang concang (komando),
Tukang pinggang (pengarah perahu),
Tukang onjai (penyeimbang perahu),
dan yang kini viral: penari di ujung perahu yang memberi semangat sekaligus menjaga keseimbangan.
Menanggapi viralnya Pacu Jalur, Pemerintah Provinsi Riau bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Kuansing mengapresiasi tren tersebut. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Riau, Haji Roni Rakhmat, momen ini membuktikan bahwa budaya lokal bisa melampaui batas digital dan menjadi ikon global.
“Fenomena ini membuktikan bahwa budaya lokal Indonesia mampu menembus batas digital, sekaligus meningkatkan potensi pariwisata dan kebanggaan lokal,” jelasnya.

Leave a Reply