JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi pendapatan dalam APBD 2025 telah mencapai Rp11,21 triliun hingga 30 Juni 2025. Angka ini merepresentasikan 46,04 persen dari total target tahunan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,14 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp3,98 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp91,03 miliar.
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II 2025, Luthfi menekankan pentingnya akselerasi realisasi pendapatan. Ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dan tidak hanya mengandalkan pagu anggaran dalam mencapai kinerja maksimal.
“Birokrasi perlu terobosan. Hasil maksimal tak cukup hanya dari eksekusi anggaran. Kita butuh kesadaran bersama dan kreativitas tiap OPD,” tegasnya di Semarang, Rabu (22/7/2025).
Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi jalannya program pembangunan daerah yang menunjukkan kemajuan signifikan. Inflasi Jateng tercatat stabil di angka 2,20 persen (yoy) per Juni 2025, mencerminkan kondisi ekonomi yang mendukung pembangunan.
Beberapa proyek infrastruktur Jateng menjadi fokus utama. Di sektor pendidikan, Pemprov mengucurkan dana Rp381,45 miliar untuk membangun 9 sekolah baru dan merehabilitasi 1.558 ruang kelas rusak berat.
Di bidang jalan dan jembatan, dari total anggaran Rp793,6 miliar, progres fisik terus berjalan sesuai target. Sementara itu, untuk penyediaan akses air bersih, dari target 2.427 sambungan rumah di 24 desa, sebanyak 1.088 sambungan telah terealisasi di 12 desa.
Untuk peningkatan kualitas permukiman, program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) juga terus berjalan. Pemerintah telah mengalokasikan Rp340 miliar untuk memperbaiki 17.000 unit rumah di berbagai daerah.
Pada sektor kelautan dan perikanan, anggaran Rp31,9 miliar digelontorkan untuk pembangunan breakwater, pengerukan kolam pelabuhan, dan rehabilitasi dermaga di lima Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP).
Luthfi menegaskan, arah pembangunan ke depan harus berorientasi hasil, bukan semata proses. “Setiap triwulan, termasuk rapat hari ini, harus menjadi momentum evaluasi capaian nyata,” tutupnya.

Leave a Reply