JOSS.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa realisasi penerima program makan bergizi gratis (MBG) masih tergolong rendah. Sejak awal 2025, jumlah penerima manfaat MBG per bulan belum melampaui angka 2 juta orang, meskipun mengalami peningkatan yang signifikan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa (1/6/2025), Dadan menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) menjadi faktor utama rendahnya penyerapan anggaran dan distribusi makanan bergizi.
“Saat ini, anggaran yang terserap baru sekitar Rp 5 triliun per bulan, karena kami menyesuaikan dengan jumlah SPPG yang tersedia,” jelas Dadan.
Saat ini terdapat sekitar 30 ribu SPPG yang masih dalam proses pelatihan, dan sebanyak 915 tambahan SPPG akan segera direkrut. Target penyelesaian pendidikan dan pelatihan SPPG dijadwalkan pada 15 Juli 2025. Proses pendampingan SPPG dalam program MBG juga dilakukan bersama BPOM RI, dengan 2.000 SPPG telah menerima edukasi terkait pengawasan makanan.
Untuk menjamin kelayakan makanan bergizi, Kementerian Kesehatan akan turut mengawasi kualitas gizi, sementara BPOM memastikan standar fasilitas penyedia makanan terpenuhi.
Dadan menyebut pemerintah menargetkan percepatan mulai Juli 2025. Dengan tambahan tenaga SPPG, penerima manfaat MBG akan meningkat menjadi:
Agustus: 24 juta penerima manfaat (8.000 SPPG)
September: 42 juta penerima manfaat (14.000 SPPG)
Oktober: 63 juta penerima manfaat (21.000 SPPG)
November: 82,9 juta penerima manfaat (20.000 SPPG)
Desember: 82,9 juta penerima manfaat (30.000 SPPG)
“Percepatan akan dimulai Juli. Di Agustus kami targetkan 24 juta penerima, dan akan meningkat hingga 82,9 juta orang pada akhir tahun,” ujar Dadan.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mendukung perbaikan gizi nasional, sekaligus menurunkan angka malnutrisi dan stunting di Indonesia.

Leave a Reply