Pemkot Semarang Resmikan Program “Mbangun Pasar” untuk 52 Pasar Tradisional

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: istimewa)
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang meresmikan program unggulan bernama “Mbangun Pasar” yang ditujukan untuk membantu pedagang di 52 pasar tradisional di wilayah kota. Inisiatif ini diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah kota lainnya.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, di Pasar Jatingaleh pada Kamis (10/7/2025). Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan pentingnya revitalisasi dan penguatan peran pasar tradisional dalam menghadapi era perkembangan zaman yang begitu cepat.

“Ini sebuah inisiatif strategis upaya pedagang pasar tradisional di Kota Semarang mendapatkan dukungan dan terhubung antara satu dengan lainnya. Supaya ikut dalam proses pertumbuhan ekonomi dan laju perkembangan zaman yang sangat cepat,” ucap Agustina Wilujeng Pramestuti.

Menurut Agustina, pasar tradisional adalah salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat yang harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah, terutama dengan masuknya investasi besar ke Semarang.

“Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat gotong royong untuk mendorong putaran perekonomian di Kota Semarang. Jika para investor ini tidak digandengkan dengan UMKM atau pedagang di pasar tradisional, maka tidak mungkin mereka akan menengok jualan-jualan yang ada di sana,” lanjutnya, yang juga merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

3 Aspek Utama Program Mbangun Pasar

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Diah Supartiningtias, memaparkan bahwa program ini menyentuh tiga hal penting:

  1. Pelayanan perizinan,
  2. Fasilitasi pengembangan permodalan, dan
  3. Kemitraan antara pedagang dan pelaku usaha.

“Kami menggandeng perbankan untuk mengintervensi teman-teman pasar. Kami juga mempertemukan antara pelaku usaha dengan pelaku pedagang pasar sehingga nanti bisa berkolaborasi dari distributornya atau dengan cara lain. Sehingga nanti pergerakan ekonomi bisa berputar dengan baik, lebih cepat, dan masif,”
jelas Diah.

Saat ini, program “Mbangun Pasar” sudah diterapkan di 8 pasar tradisional sebagai pilot project awal sebelum menyasar ke seluruh 52 pasar.

Dukungan dari DPRD Kota Semarang

Program ini mendapat sambutan positif dari kalangan legislatif. Joko Susilo, Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang, menilai inisiatif ini penting untuk meningkatkan daya saing pedagang pasar tradisional.

“Persaingannya banyak sekali, karena ada banyak pebisnis di Kota Semarang ini dan pangsa pasarnya sama,” ujar Joko.

Ia menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pasar tradisional dan pengaturan kebijakan, khususnya untuk membatasi ekspansi pasar modern yang bisa mengancam eksistensi pasar rakyat.

“Saat ini penting sekali bagi pemerintah untuk bisa hadir menangani pasar tradisional. Karena semakin lama semakin turun penjualannya, kalau pemerintah tidak hadir, nuwun sewu dalam 2-3 tahun mungkin akan hilang. Maka ini perlu kembali diatur, melalui aturan yang baru. Entah itu Perwal atau Perda, yang mengatur jarak pasar tradisional dengan pasar modern. Itu menjadi kunci,” tambahnya tegas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*