Pembebasan Lahan Tol Solo-Jogja-YIA di Sleman Capai 37 Persen, Segmen Klaten-Prambanan Resmi Beroperasi

Ilustrasi, Pembebasan lahan proyek Tol Solo-Jogja-YIA di Kabupaten Sleman
Ilustrasi, Pembebasan lahan proyek Tol Solo-Jogja-YIA di Kabupaten Sleman

JOSS.CO.ID, JOGJA – Progres pembangunan Jalan Tol Solo–Jogja–YIA di Kabupaten Sleman terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Mei 2025, sekitar sepertiga dari total kebutuhan lahan telah berhasil dibebaskan.

“Pembebasan lahan proyek Tol Solo-Jogja-YIA di Kabupaten Sleman terus dikebut Juli ini. Terakhir, sudah sepertiga target lahan proyek Tol Solo-Jogja-YIA di Kabupaten Sleman telah dibebaskan.”

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Hary Listantyo Prabowo. Ia mengungkapkan bahwa per 30 Mei 2025, persentase pembebasan lahan mencapai 37,11%.

Totalnya, sebanyak 1.115 bidang tanah telah dibebaskan dari total kebutuhan 3.004 bidang di wilayah Sleman.

Namun demikian, angka tersebut belum mencakup data tambahan yang diperoleh pada bulan Juni 2025.

“Pada Juni 2025 lalu, Hary mengungkapkan ada 72 bidang tanah yang kembali dibebaskan di Kabupaten Sleman.”

Lahan tersebut tersebar di tiga kalurahan yaitu:

  • 23 bidang tanah di Banyuraden
  • 16 bidang tanah di Sidomulyo
  • 33 bidang tanah di Sidoarum

Untuk bulan Juli ini, proses pembebasan lahan akan berfokus di Kalurahan Tirtoadi.

“Sementara baru Tirtoadi,” kata Hary dikutip pada Rabu (9/7/2025). “Rencana pekan ke-3 Juli,” tandasnya.

Di Kalurahan Tirtoadi, Hary menjelaskan terdapat 10 Pihak yang Berhak (PYB) yang akan menerima ganti rugi atas sembilan bidang tanah dan satu bangunan.

Segmen Klaten–Prambanan Resmi Dibuka

Sementara itu, Tol Jogja–Solo Segmen Klaten–Prambanan telah resmi dioperasikan setelah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

“Seperti jalan tol lainnya yang telah beroperasi di Indonesia, Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Klaten-Prambanan telah memenuhi persyaratan laik fungsi secara teknis, administratif dan sistem operasi tol, sehingga siap dioperasikan tanpa tarif,” ujar Rudy.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ), Rudy Hardiansyah, memastikan bahwa infrastruktur segmen tersebut telah melalui seluruh proses penilaian kelayakan, mulai dari:

  • Uji laik fungsi dan laik operasi oleh Kementerian PU
  • Pemeriksaan oleh Kementerian Perhubungan
  • Penilaian oleh Korlantas Polri
  • Pengawasan dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ)

Untuk menjaga kualitas jalan dan keselamatan pengguna, PT JMJ juga rutin melakukan inspeksi, perawatan, dan perbaikan.

Pemeriksaan juga dilakukan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Bina Marga, termasuk evaluasi terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup kondisi jalan, kecepatan rata-rata, aksesibilitas, keselamatan, dan layanan darurat.

Legalitas Pengoperasian Tol

Uji laik fungsi telah dilakukan pada Februari 2025. Hasilnya, segmen Klaten–Prambanan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR pada 17 Juni 2025, dengan nomor 30/STF/M/2025.

Pengoperasian resmi kemudian ditetapkan melalui SK Nomor 648/KPTS/M/2025 tertanggal 30 Juni 2025, yang mengesahkan penggunaan jalan Tol Solo–Jogjakarta–NYIA segmen Klaten–Prambanan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*