JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan pentingnya mengelola bonus demografi secara optimal agar dapat diubah menjadi dividen pembangunan yang adil dan berkelanjutan.
“Kita sedang berada di puncak bonus demografi, yang tidak akan berlangsung lama. Kalau tidak dikelola dengan baik, justru bisa menimbulkan masalah. Maka tugas kita adalah mengubah bonus ini menjadi anugerah pembangunan,” ujar Pratikno saat meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan 2025–2045 di Gedung Bappenas, Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah fokus menyiapkan tenaga kerja yang terampil, sehat, dan produktif, sebagai pondasi utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada isu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, hingga keberlanjutan lingkungan.
Urbanisasi disebut menjadi tantangan utama yang perlu ditangani secara serius. Saat ini, lebih dari 50% warga sudah tinggal di perkotaan dan diprediksi meningkat hingga 70% pada tahun 2050. Meski mendorong pertumbuhan PDB, urbanisasi juga menimbulkan persoalan serius, seperti akses perumahan, air bersih, layanan kesehatan, polusi, hingga kriminalitas.
“Oleh karena itu, perencanaan sebaran penduduk dan pembangunan wilayah harus ditata dengan baik,” tegas Pratikno.
Ia mengajak semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah, untuk mendukung pembangunan berorientasi keseimbangan demografi dan peningkatan kualitas hidup.
Fokus utamanya mencakup: pencegahan stunting sejak bayi, peningkatan kesehatan lansia, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan wilayah pedesaan agar tidak tertinggal dari perkotaan.
“Bonus demografi adalah momentum emas. Kalau kita kelola dengan benar, bisa menjadi modal utama menuju Indonesia yang kuat dan sejahtera,” tambahnya.

Leave a Reply