Inggris Dukung Transisi Energi Bersih Indonesia Lewat Program Mentari

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Matthew Downing, menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan kerja sama Inggris-Indonesia dalam bidang energi bersih. Kerja sama ini mencakup kebijakan transisi energi, peningkatan investasi hijau, hingga pemberdayaan masyarakat terpencil.

Hal itu disampaikan Matthew dalam forum “Mendorong Transisi Energi yang Adil dan Inklusif melalui Kemitraan UK-Indonesia” di Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bilateral “Menuju Transisi Ekonomi Rendah Karbon” atau Mentari, yang telah berlangsung sejak tahun 2020.

Menurut Matthew, selama lima tahun terakhir, Mentari telah memberikan kontribusi pada 11 kebijakan terkait energi bersih di Indonesia. Ia menekankan bahwa Mentari berhasil menarik potensi investasi senilai lebih dari US$1 miliar sebagai bukti kuatnya kepercayaan investor terhadap masa depan energi terbarukan di Indonesia.

Selain itu, Mentari memberikan dukungan teknis pada hampir 20 inisiatif proyek energi terbarukan. Melalui skema hibah, Inggris telah menyalurkan lebih dari satu juta poundsterling untuk mendanai tiga proyek pembangkit listrik tenaga air di Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Sumatera Barat. Ketiga proyek tersebut mampu menghasilkan lebih dari tujuh megawatt energi ramah lingkungan.

Matthew juga menyoroti dampak sosial dari program Mentari. Ia menyebutkan bahwa proyek percontohan energi surya off-grid di NTT kini telah memberi akses listrik bersih dan andal kepada 250 rumah dan fasilitas publik. Proyek tersebut menggunakan sistem PV surya off-grid 95 kW yang dilengkapi teknologi meter pintar.

Tak hanya itu, Mentari telah menjangkau lebih dari 40 komunitas di Sumatera dengan memberikan pelatihan, studi kelayakan, hingga bantuan hukum kepada BUMDes. Hasilnya, sepuluh operator lokal kini tersertifikasi, dan lebih dari 75 orang telah mendapatkan pelatihan dengan penekanan pada kesetaraan gender dan inklusi.

Matthew menambahkan bahwa hasil paling membanggakan adalah munculnya 16 usaha baru yang dipimpin oleh perempuan. Bahkan, lima kelompok tani perempuan sukses mengubah tujuh hektare lahan tak produktif menjadi lahan pertanian yang menghasilkan serai wangi, jahe, dan tanaman bernutrisi lainnya.

“Ini adalah wujud nyata dari pemberdayaan perempuan,” ucapnya.

Pada sesi lanjutan, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan kesiapan pemerintah Indonesia menyambut fase kedua kerja sama Mentari. Menurutnya, program ini selaras dengan dua agenda nasional: ketahanan energi dan hilirisasi, yang keduanya menjadi inti dari transisi energi nasional.

“Kami tengah mempercepat pembangunan listrik perdesaan di wilayah timur Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*