Erick Thohir Tegaskan Peran Kementerian BUMN Fokus Awasi Danantara dan Perusahaan Pelat Merah

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa tugas utama Kementerian BUMN adalah melakukan pengawasan BUMN, termasuk perusahaan pelat merah yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Selain mengawasi, kementerian juga bertindak sebagai pendamping dan pengatur kebijakan strategis.

Erick menjelaskan bahwa peran tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, yang merupakan perubahan ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN. “Kami bertugas mendampingi Danantara sekaligus menjalankan peran regulator dan negosiator dengan pemerintah,” kata Erick di Jakarta, Selasa (9/7/2025).

Sebagai pemegang saham seri A, Kementerian BUMN memiliki wewenang untuk menetapkan dan menyetujui pengangkatan direksi dan komisaris perusahaan pelat merah, menyetujui agenda rapat umum pemegang saham (RUPS), hingga menilai usulan strategis yang diajukan Danantara.

Ia juga menyampaikan bahwa kementerian akan menerima dividen sebesar 1 persen dari Danantara, yang nantinya akan disetorkan langsung ke kas negara. Namun, ia menegaskan bahwa Danantara tidak memiliki kewenangan langsung dalam mengangkat direksi maupun komisaris, melainkan hanya menyampaikan kajian dan rekomendasi.

“Saat Danantara mengajukan komposisi pimpinan yang dinilai profesional, kami pelajari. Bila layak, kami akan mengesahkan,” jelas Erick.

Erick mengungkapkan bahwa pihaknya kini memiliki ruangan khusus di Kantor Danantara, yang difungsikan sebagai pusat koordinasi dan evaluasi kinerja. Tempat tersebut juga akan digunakan untuk membangun sinergi serta menjajaki kerja sama strategis dengan berbagai pihak.

Menanggapi surat edaran Danantara yang melarang pergantian direksi dan komisaris di lingkungan BUMN dan anak perusahaannya menjelang laporan keuangan per 30 Juni 2025, Erick menjelaskan bahwa langkah itu merupakan bagian dari upaya konsolidasi internal.

“Tidak ada perebutan kewenangan. Kami hanya ingin memastikan tidak terjadi bongkar pasang pimpinan tanpa proses yang jelas. Ini bagian dari menjaga kestabilan dan kesehatan BUMN,” tegasnya.

Erick juga menekankan pentingnya menjaga BUMN yang sudah sehat, sembari memastikan BUMN tetap kompetitif di tingkat global. “Visi kami jelas: BUMN yang sehat harus dijaga agar terus memberikan kontribusi maksimal, termasuk melalui peningkatan dividen bagi negara,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*