Cek Kesehatan Gratis Diluncurkan untuk Pelajar Semarang, Sasar 300 Ribu Anak Sekolah

Ilustrasi siswa cek kesehatan gratis

JOSS.CO.ID, Semarang – Pemerintah Kota Semarang resmi meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pelajar di seluruh jenjang pendidikan. Program ini mulai digulirkan pada Selasa, (22/7/2025), bersamaan dengan kegiatan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar (PITERPAN) di SMP Negeri 26 Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Program CKG ditujukan untuk seluruh kelompok usia, termasuk pelajar, guna mendorong kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini penyakit,” ujar Agustina.

Ia menegaskan bahwa seluruh anak di Kota Semarang, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK, berhak menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemerintah berkomitmen untuk memperluas program ini ke semua sekolah, baik negeri maupun swasta.

“Saya berharap program ini bisa menjangkau sekolah tingkat provinsi juga, seperti SMA dan SMK,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Semarang mencatat bahwa program ini menyasar sekitar 300 ribu anak sekolah. Jenis pemeriksaan yang diberikan menyesuaikan usia anak, mencakup 13 hingga 15 item, seperti status gizi, anemia untuk remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, kesehatan jiwa, fungsi hati (Hepatitis B dan C), kesehatan reproduksi, riwayat imunisasi HPV, serta tekanan darah, tinggi dan berat badan, fungsi jantung, dan paru-paru.

Jika ditemukan masalah kesehatan, petugas dari Puskesmas akan langsung menindaklanjuti bersama pihak sekolah.

Peluncuran program ini diwarnai dengan senam pagi, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan dasar oleh ratusan siswa SMPN 26 Semarang.

Kegiatan ini melibatkan 39 Puskesmas serta kolaborasi dengan berbagai lembaga, seperti Fakultas Kedokteran dan Keperawatan Undip, Poltekkes Semarang, IDAI, POGI, PKBI, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Disdalduk KB, Kemenag, dan komunitas Sahabat Bina Hidup Sehat (SBH).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*