
JOSS.CO.ID, GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dengan tegas mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Peringatan ini muncul setelah namanya dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam modus rekrutmen palsu.
“Saya akan terus melindungi warga Gunungkidul dan saya tidak ingin masyarakat jadi korban,” kata Mbak Endah, Selasa (15/7/2025).
Menurutnya, masyarakat perlu hati-hati terhadap tawaran dari orang tidak dikenal yang menjanjikan bisa membantu menjadi ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Apalagi, dalam praktiknya, pelaku kerap meminta sejumlah uang sebagai “jasa” bantuan.
“Tidak ada dan jelas itu penipuan. Ketika ada yang menawari bisa klarifikasi ke pemkab untuk klarifikasi,” katanya.
Kasus ini menjadi viral setelah Mbak Endah melabrak langsung pelaku berinisial B pada Minggu malam (13/7/2025) di Kalurahan Ngawu, Playen. Pelaku diketahui warga asal Kediri, Jawa Timur, dan telah beberapa kali melakukan tindak penipuan, termasuk penipuan berkedok ASN serta penggelapan mobil rental.
“Jadi ada juga kasus penggelapan mobil. Modusnya meminjam ke rental untuk kemudian diperjualbelikan. Makanya kami bawa ke polres guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Mbak Endah.
Selain menghadapi pelaku secara langsung, Bupati Endah juga aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan proses hukum berjalan tuntas. “Barusan [Senin 14/7/2025] saya datang ke polres untuk penanganan kasus ini,” katanya.
Menurut Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Murray, pelaku B saat ini sudah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan penggelapan mobil. Ia menjelaskan bahwa meski belum ada bukti langsung soal pencatutan nama bupati, penyelidikan tetap diperluas.
“Jadi tidak ada kaitannya langsung dengan laporan pencatutan nama bupati untuk penipuan. Tapi, juga ada kasus lain mengenai penggelapan mobil,” katanya.
Petugas juga sedang mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang dilakukan oleh B selama berada di wilayah Gunungkidul.
“Jika nanti ada bukti tindak pidana lain, termasuk penipuan dengan mencatut nama Bupati, kami akan menindak tegas,” katanya.
Dalam keterangannya, Mbak Endah juga mengajak warga yang merasa dihubungi oleh pelaku atau pihak serupa untuk segera melapor ke polisi atau polsek terdekat.
“Berhubung ini penipuan, maka harus dilaporkan ke pihak yang berwajib,” kata Bupati.

Leave a Reply