Anggaran Pembangunan IKN Capai Rp151 Triliun, Pemerintah Pastikan Tetap Berlanjut

Ilustrasi IKN. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga saat ini telah menghabiskan dana sekitar Rp151 triliun, meskipun sempat muncul wacana moratorium pembangunan.

Proyek ini pertama kali diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dengan target penyelesaian bertahap hingga tahun 2045 dan estimasi kebutuhan dana sebesar Rp460 triliun.

Kala itu, Jokowi menyatakan bahwa sekitar 80 persen pendanaan IKN berasal dari sektor swasta, sementara sisanya 20 persen ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Setelah masa kepemimpinan Jokowi berakhir, tahap pertama pembangunan IKN dinyatakan selesai. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut total anggaran yang telah dikeluarkan untuk fase ini mencapai Rp147,41 triliun. Rinciannya, Rp89 triliun berasal dari APBN dan Rp58,41 triliun dari investasi swasta.

Basuki memastikan bahwa pembangunan IKN akan dilanjutkan di era Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah menyusun rencana anggaran dan program hingga 2029.

“Kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur IKN tahun 2025-2028 dari APBN telah disetujui Presiden sebesar Rp48,8 triliun,” jelas Basuki saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (12/2).

Selain itu, pada Mei lalu, IKN kembali menerima suntikan investasi baru senilai Rp3,65 triliun dari lima perusahaan, yakni:

  • PT Solusi Harapan Nusantara
  • PT Makmur Berkah Hotel (MBH)
  • PT Australia Independent School (IAS) Nusantara
  • PT Maxi Nusantara Raya
  • PT Kreasibeton Nusapersada

Dengan masuknya investasi tersebut, pemerintah optimis bahwa proyek ibu kota baru ini tetap akan berlanjut sesuai jadwal.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*