
JOSS.CO.ID, JOGJA – Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi dalam periode pemantauan 11–17 Juli 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, dalam laporan resminya.
Cuaca Cerah, Tapi Guguran Lava Masih Aktif
Menurut Agus, kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi pada umumnya cerah pada pagi dan malam hari, meskipun kabut tebal kerap muncul pada siang hingga sore hari. Asap kawah teramati berwarna putih, dengan ketebalan tipis hingga tebal dan tekanan lemah. Tinggi asap bervariasi antara 10 hingga 450 meter dari puncak kawah.
Selama periode pengamatan, terjadi sejumlah aktivitas guguran lava yang cukup signifikan:
- 18 kali ke arah hulu Kali Krasak (maksimal 1.800 meter)
- 7 kali ke arah hulu Kali Bebeng (maksimal 1.500 meter)
- 44 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih (maksimal 2.000 meter)
- 1 kali ke arah hulu Kali Batang (maksimal 1.800 meter)
“Perubahan morfologi teramati pada kubah barat daya akibat aktivitas guguran lava. Namun, tidak ada perubahan signifikan pada kubah tengah,” jelas Agus.
Saat ini, volume kubah lava barat daya tercatat sebesar 4.077.700 meter kubik, sementara volume kubah tengah sekitar 2.367.300 meter kubik.
Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi 11–17 Juli 2025
Berikut adalah data aktivitas kegempaan selama satu minggu pemantauan:
| Jenis Gempa | Jumlah |
|---|---|
| Gempa Vulkanik Dangkal | 13 |
| Gempa Fase Banyak (MP) | 790 |
| Gempa Guguran (RF) | 570 |
| Gempa Low Frequency | 1 |
| Gempa Tektonik (TT) | 20 |
Pemantauan Deformasi dan Cuaca
Pemantauan deformasi menggunakan EDM dan GPS menunjukkan tidak ada perubahan signifikan. Berikut data jarak tunjam yang dicatat:
- EDM BAB0–RB2: 3.840,650 – 3.840,654 meter
- EDM BAB0–RB3: 3.414,061 – 3.414,066 meter
- GPS Labuhan–Jrakah: 7.108,13 – 7.108,14 meter
Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Kaliurang pada 15 Juli 2025 sebesar 5,03 mm/jam selama 99 menit. Tidak ada laporan penambahan aliran sungai atau lahar selama periode ini.
Status Gunung Merapi: Level 3 (SIAGA)
Berdasarkan hasil pemantauan, status aktivitas Gunung Merapi tetap di Level 3 atau SIAGA. Aktivitas vulkanik masih tergolong tinggi dan didominasi oleh erupsi efusif.
Potensi Bahaya
BPPTKG menyampaikan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas dengan jarak maksimal:
- Sektor Selatan–Barat Daya:
- Sungai Boyong: hingga 5 km
- Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: hingga 7 km
- Sektor Tenggara:
- Sungai Woro: 3 km
- Sungai Gendol: 5 km
- Lontaran material vulkanik saat erupsi eksplosif bisa mencapai radius 3 km dari puncak Merapi
Imbauan Resmi dari BPPTKG
“Masyarakat di sekitar Merapi, khususnya yang berada dalam radius potensi bahaya, agar meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta BPPTKG,” tegas Agus Budi Santoso.
Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan potensi bahaya, termasuk pendakian ke puncak Merapi.
Baca Juga:
Tips Siaga Erupsi Gunung Merapi: Checklist Darurat yang Harus Kamu Punya

Leave a Reply