571 Ribu Penerima Bansos 2025 Diduga Terlibat Judi Online, Transaksi Capai Rp957 Miliar

Ilustrasi situs judi online. (Foto: komdigi.co.id)

JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap bahwa sebanyak 571.410 penerima bantuan sosial (bansos) diduga ikut bermain judi online (judol). Dugaan ini muncul setelah Kementerian Sosial mencocokkan data 28,4 juta NIK penerima bansos dengan 9,7 juta data pemain judol milik PPATK.

“PPATK mengidentifikasi ada 571 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang NIK-nya terdeteksi sebagai pemain judi online,” ujar Gus Ipul saat Rapat Koordinasi Nasional DTSEN di Jakarta, Selasa (8/7/2025).

Jumlah tersebut setara 2 persen dari total penerima bansos nasional tahun 2024, dan baru berdasarkan data dari satu bank milik negara. Lebih mengejutkan lagi, transaksi judol di kalangan penerima bansos mencapai 7,5 juta kali dengan total nilai hampir Rp1 triliun, tepatnya Rp957 miliar.

Meski datanya mencurigakan, Kemensos belum bisa memastikan apakah seluruh KPM tersebut secara sadar bermain judol. Pemerintah masih menunggu hasil penelusuran lanjutan dari PPATK.

“Kami masih mendalami apakah benar-benar mereka terlibat secara aktif. Jika hasil final sudah kami terima, akan ada evaluasi lebih lanjut,” jelas Gus Ipul.

Isu bansos untuk korban judi online juga mencuat sejak akhir masa pemerintahan Presiden Jokowi dan kembali diperkuat di era pemerintahan baru. Menko PMK Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai bahwa korban judol mengalami kerusakan sosial dan ekonomi sehingga memerlukan bantuan negara.

“Pasti akan kami bantu, karena mereka juga korban sosial. Selain BPJS, Kemensos memiliki sejumlah program bantuan yang bisa digunakan,” kata Cak Imin saat menemui korban judol di RSCM Jakarta, 15 November 2024.

Pemerintah menekankan pentingnya rehabilitasi sosial dan perlindungan bagi korban, namun tetap menegaskan akan mengevaluasi dengan ketat daftar penerima bansos 2025 agar tepat sasaran.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*