JOSS.CO.ID, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai praktik perdagangan mobil Jepang tidak seimbang dan merugikan negaranya. Ia menyebut Jepang terlalu banyak mengekspor kendaraan ke AS, namun enggan membuka pasar untuk mobil buatan Amerika.
“Mereka tidak membeli mobil kami, tapi jutaan kendaraan mereka bebas masuk ke AS. Ini tidak adil. Saya sudah sampaikan langsung kepada pihak Jepang, dan mereka menyadarinya,” kata Trump seperti dilansir Reuters, Senin (30/6/2025).
Pernyataan Trump muncul di tengah upaya Jepang membujuk Washington agar tidak memberlakukan tarif impor mobil sebesar 25%. Kebijakan tarif impor AS tersebut dinilai memberikan dampak serius terhadap industri manufaktur Jepang, khususnya sektor otomotif.
Selain itu, Jepang juga menghadapi ancaman penerapan tarif resiprokal sebesar 24% yang akan berlaku mulai 9 Juli, kecuali kedua negara mencapai kesepakatan dagang baru.
Trump menegaskan bahwa defisit perdagangan AS dengan Jepang sangat besar dan bisa ditekan jika Jepang bersedia meningkatkan impor energi dan produk lainnya dari Amerika.
“Sekarang kami punya minyak. Jepang bisa membeli dalam jumlah besar, termasuk komoditas lain,” ujarnya.
Sebagai informasi, ekspor otomotif Jepang menyumbang sekitar 28% dari total ekspor negara tersebut ke AS tahun lalu, dengan nilai mencapai 21 triliun yen atau sekitar US$145 miliar.
Trump menyarankan agar Jepang lebih aktif dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan AS, tidak hanya dalam ekspor kendaraan, tetapi juga melalui peningkatan pembelian produk energi dan komoditas dari Negeri Paman Sam.

Leave a Reply