Disdik Semarang Buka SPMB SD Negeri Gelombang II, Masih Banyak Kursi Kosong!

Ilustrasi Kursi Sekolah Kosong
Ilustrasi Kursi Sekolah Kosong

JOSS.CO.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang II untuk jenjang SD Negeri. Pasalnya, masih banyak kuota tersisa untuk SD Negeri di Kota Semarang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, yang mengungkap bahwa setelah penutupan pendaftaran gelombang pertama, sejumlah sekolah masih memiliki banyak kursi kosong.

“Ada 36 SD Negeri, ada beberapa yang masih kosong,” kata Bambang di Posko Pelayanan SPMB Disdik Kota Semarang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Selasa (24/6/2025).

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama rendahnya jumlah pendaftar di beberapa SD Negeri adalah karena adanya pembatasan Kartu Keluarga (KK).

Menurutnya, banyak warga yang berdomisili di Kota Semarang—terutama para buruh dan pedagang dari luar kota—tidak memiliki KK Semarang, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendaftarkan anak mereka di SD Negeri.

“Kalau di jenjang SMP kan ada jalur prestasi, walau KK-nya luar kota, dia bisa mengakses SPMB. Kalau di SD tidak ada, sementara belum menampung warga yang KK-nya luar kota,” jelas Bambang.

Padahal, ia menambahkan, banyak kawasan padat seperti Simpang Lima dan Peterongan dihuni oleh warga non-permanen yang sebenarnya membutuhkan akses pendidikan dasar.

“Sistem saat ini tetap mengacu pada Permendikbudristek Nomor 3 Tahun 2025. Aturannya masih sama, makanya untuk warga pendatang kami akomodir dengan sekolah swasta gratis,” imbuhnya.

Bambang menyebutkan bahwa pelaksanaan SPMB Gelombang II akan tetap menggunakan sistem online, serupa dengan gelombang pertama. Namun, untuk proses mutasi atau verifikasi dokumen, masyarakat tetap dapat datang langsung ke Posko SPMB.

“Rencana kami di jenjang SD mau mengadakan SPMB Gelombang II, akhir Juni atau awal Juli. Sudah kami konsultasikan dengan Ibu Wali Kota. Kami sudah mempersiapkan perubahan kerangka waktu (kerwal) dan juknis,” ujar Bambang.

Dari data yang dihimpun, kuota SD Negeri di Kota Semarang pada gelombang pertama mencapai 14.476 kursi, sedangkan jumlah pendaftar baru sebanyak 12.925 siswa. Artinya, masih tersisa lebih dari 1.500 kursi yang perlu diisi melalui SPMB Gelombang II.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*