
JOSS.CO.ID, Solo – Pemerintah Kota Surakarta bersama Bank Indonesia dan BNI mendorong transformasi digital pada transportasi tradisional dengan mengimplementasikan sistem pembayaran QRIS pada ratusan becak. Langkah ini sekaligus mendukung target Solo sebagai kota cashless pada tahun 2028.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta, Aries Purnomohadi, menyampaikan bahwa pada tahap kedua ini, sebanyak 250 becak telah menggunakan QRIS, meningkat signifikan dari tahap pertama yang hanya mencakup 100 becak.
“Becak merupakan ciri khas Solo yang digemari wisatawan. Maka kami anggap penting untuk melibatkan mereka dalam sistem pembayaran digital,” ujar Aries dalam kegiatan edukasi sistem pembayaran dan pelindungan konsumen di Balai Kota Surakarta, Kamis (26/6/2025).
Tak hanya becak, Aries menambahkan bahwa ke depan, transportasi tradisional lainnya seperti andong dan bendi juga akan disasar untuk digitalisasi pembayaran.
“Solo tidak memiliki tambang atau kekayaan alam, tapi kita punya potensi luar biasa di pariwisata dan budaya. Maka perlu kita jaga dengan menciptakan kenyamanan, termasuk dalam transaksi,” ungkapnya.
Hingga Mei 2025, realisasi transaksi menggunakan QRIS di kawasan Solo Raya mencapai Rp4 triliun, dengan Rp2,2 triliun berasal dari Kota Surakarta. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 44 juta kali, dan separuhnya terjadi di Solo.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi pun mendukung penuh inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa Solo akan bergerak menuju ekosistem cashless tanpa meninggalkan kesejahteraan warganya.
“Seluruh retribusi, pajak, bahkan transaksi UMKM seperti coffee shop ke depannya harus tanpa uang tunai,” tegas Respati.

Leave a Reply