Perhutani Libatkan Warga di Lima Kabupaten Jateng, Kelola 8.000 Hektare Kebun Kopi

Ilustrasi petani kopi. (Foto: Istimewa)

JOSS.CO.ID, Jateng – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara menggandeng warga di lima kabupaten Jawa Tengah untuk mengelola lahan kebun kopi seluas 8.000 hektare. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kopi nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Administratur KPH Kedu Utara, Mari Endah Ambarwati, menyampaikan bahwa kelima kabupaten yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi Temanggung, Kendal, Wonosobo, Semarang, dan Magelang.

“Dari total lahan yang ada, Kabupaten Temanggung memiliki porsi terbesar yaitu 4.000 hektare,” ujar Mari Endah saat ditemui di Temanggung, Jumat (27/6/2025).

Perhutani bersama warga mengembangkan beberapa jenis kopi, seperti Robusta dan Arabika. Selain itu, mereka juga mulai membudidayakan varietas unggulan Yellow Cattura yang memiliki ciri khas buah berwarna kuning saat matang.

“Kopi ditanam di bawah tegakan pohon hutan, sehingga tetap menjaga fungsi ekologis. Kami mengizinkan masyarakat menanam kopi tanpa menebang pohon hutan,” jelasnya.

Dalam pola kerja sama ini, Perhutani dan petani penggarap menggunakan sistem bagi hasil, yaitu 70% untuk petani dan 30% untuk Perhutani.

“Kami ingin memastikan kopi bisa menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi warga sekitar hutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tambah Mari Endah.

Dengan kolaborasi ini, Perhutani berharap produktivitas kopi dalam negeri meningkat dan kesejahteraan petani hutan semakin terjamin.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*