
JOSS.CO.ID — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Ia menyebut, sektor ini bukan hanya memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif di Jawa Tengah tidak hanya sekadar potensi, tapi sudah menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat. Kita perlu membangun sistem pendukung yang komprehensif,” ujar Saleh saat ditemui usai menghadiri forum dialog ekonomi daerah di Semarang, Senin (16/6).
Menurut Saleh, banyak pelaku ekonomi kreatif yang masih menghadapi tantangan struktural seperti keterbatasan akses pasar, belum maksimalnya promosi produk, perlindungan hak cipta, serta ketidaksinambungan program antar pemerintah daerah dan pusat.
“Problem yang paling sering muncul adalah tidak sinkronnya kebijakan dan program antar level pemerintahan. Misalnya, nomenklatur kelembagaan yang menangani ekraf di kabupaten dan provinsi masih beragam,” ungkapnya.
Politikus Partai Golkar ini juga menyoroti kurangnya keterlibatan sektor keuangan dalam mendukung para pelaku ekonomi kreatif. Ia menilai perlu ada terobosan dalam memanfaatkan hak kekayaan intelektual (HKI) sebagai aset agunan yang sah untuk permodalan.
“Di era ekonomi digital, karya adalah aset. Seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan usaha, seperti di negara-negara maju yang sudah mengakui hal itu,” jelasnya.

Tak hanya itu, Mohammad Saleh juga menekankan pentingnya integrasi antara pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menyebut bahwa sektor pariwisata tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan produk-produk budaya, kerajinan tangan, hingga seni pertunjukan lokal.
“Orang berwisata itu tidak hanya datang ke destinasi. Mereka juga mencari pengalaman budaya. Oleh karena itu, ekraf harus menjadi bagian dari paket wisata daerah,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Saleh menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas kreatif, untuk bergotong royong membangun ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berdaya saing.
“Kalau kita ingin Jawa Tengah jadi pusat ekraf nasional, maka kerja kolaboratif adalah kuncinya. Kita harus serius dari perencanaan, pendanaan, hingga pemasaran produk,” tegasnya.

Leave a Reply