
JOSS.CO.ID, Jakarta – Meta resmi mengumumkan rencana penayangan iklan di aplikasi WhatsApp, yang akan dimulai melalui fitur status ads. Iklan ini hanya akan muncul di tab Updates, sehingga tidak akan mengganggu ruang percakapan pribadi pengguna.
Dalam siaran pers pada Senin (16/6), Meta menyebutkan bahwa pelaku bisnis kini bisa menayangkan iklan yang memungkinkan pengguna langsung berinteraksi melalui pesan WhatsApp. Ini menjadi langkah perdana WhatsApp menghadirkan iklan sejak diakuisisi oleh Meta—yang dahulu bernama Facebook—pada tahun 2014 dengan nilai akuisisi sebesar 19 miliar dolar AS.
Selain status ads, Meta juga akan mulai memonetisasi fitur Channels (saluran) WhatsApp dengan menampilkan iklan pada hasil pencarian serta memperkenalkan sistem langganan berbayar untuk konten eksklusif. Administrator saluran nantinya dapat meningkatkan visibilitas channel dan memungut biaya berlangganan. Meta pun berencana mengambil potongan 10% dari pendapatan langganan tersebut.
“Kami sangat yakin bahwa tab Updates adalah ruang ideal untuk menghadirkan fitur baru ini,” jelas Kepala Produk Bisnis Perpesanan Meta, Nikila Srinivasan, dikutip dari CNBC Internasional.
Meta menegaskan bahwa privasi pengguna tetap menjadi prioritas, dengan menjamin pesan dan panggilan pribadi tetap terenkripsi end-to-end. Fitur status WhatsApp, yang mirip dengan Instagram Stories dan memungkinkan pengguna berbagi konten selama 24 jam, menjadi titik utama penempatan iklan.
Saat ini, WhatsApp mencatat lebih dari tiga miliar pengguna aktif bulanan, termasuk lebih dari 100 juta pengguna di Amerika Serikat. Sebelumnya, Meta telah menguji model iklan click-to-message di Facebook dan Instagram yang mengarahkan pengguna langsung terhubung dengan bisnis melalui WhatsApp.

Leave a Reply