JOSS.CO.ID, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas di lingkungan kementeriannya. Pernyataan ini disampaikan usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terhadap pejabat Kementerian PUPR di Sumatera Utara yang terlibat korupsi proyek jalan.
Dody menyampaikan, dirinya akan menjadikan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai pedoman utama dalam membersihkan praktik korupsi di tubuh kementerian.
“Segera benahi dan bersihkan dirimu, karena yang tidak bersih akan disingkirkan tanpa pandang bulu. Semua bentuk penyelewengan harus dihentikan, jika tidak, akan diberhentikan secara tidak hormat,” tegas Dody pada Sabtu (28/7) malam.
Ia menyatakan dukungan penuh terhadap KPK dan Kejaksaan Agung yang telah mengambil tindakan hukum dalam menjaga integritas kementerian. Menurutnya, upaya penegakan hukum sangat penting agar proses pembangunan infrastruktur berjalan transparan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Terkait operasi tangkap tangan tersebut, Dody mengaku terpukul dan merasa seperti “tertampar”. Ia mengatakan selama ini telah berulang kali mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Meski demikian, ia tetap menghormati prinsip praduga tak bersalah bagi para pihak yang terjaring OTT.
Sebelumnya, KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan anggaran proyek jalan di Sumatera Utara dengan nilai mencapai Rp231,8 miliar.
Dalam keterangannya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa dua tersangka berasal dari Dinas PUPR Provinsi Sumut, yakni TOP selaku Kepala Dinas dan RES sebagai Kepala UPTD Gunung Tua sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK).
Selain itu, tersangka lain yang terlibat berasal dari satuan kerja Pembangunan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumut berinisial HEL. Dua pelaku dari pihak swasta juga turut diamankan, yaitu KIR selaku Direktur Utama PT DNG dan RAY, Direktur PT RN.
Kelima tersangka diamankan dalam OTT KPK pada Kamis malam (26/7) karena diduga terlibat dalam praktik suap untuk melancarkan proyek jalan di Sumatera Utara.

Leave a Reply