Kraton Jogja Gelar Mubeng Beteng Malam Ini, Ribuan Warga Siap Peringati 1 Suro 1447 H

Mubeng Beteng Kraton Jogja (Dokumentasi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat)
Mubeng Beteng Kraton Jogja (Dokumentasi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat)

JOSS.CO.ID, JOGJA – Menyambut datangnya Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1447 H, Kraton Jogja kembali menggelar prosesi mubeng beteng sebagai bagian dari tradisi spiritual tahunan yang berlangsung setiap malam 1 Suro.

“Tahun ini Kraton Jogja akan kembali menggelar mubeng beteng untuk memperingati malam 1 Suro atau Tahun Baru Hijriah, 1 Muharam 1447,” ujar Vinia R Prima dari Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta, Rabu (25/6/2025).

Menurut Vinia, prosesi akan berlangsung sebagaimana tahun-tahun sebelumnya dan terbuka untuk masyarakat umum.

“Seperti biasa, untuk pelaksanaannya akan diawali dengan macapat selepas isya di Keben [Bangsal Ponconiti, Kompleks Kamandungan Lor atau Plataran Keben],” jelasnya.

Setelah pembacaan macapat, prosesi utama Mubeng Beteng akan dimulai dengan pelepasan peserta pada Kamis malam (26/6/2025) pukul 23.00 WIB. Dalam tradisi ini, peserta akan berjalan kaki mengelilingi benteng Kraton Jogja dalam suasana hening dan penuh kekhidmatan.

Vinia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengikuti acara ini selalu tinggi.

“Setiap tahun diperkirakan peserta yang mengikuti mubeng beteng dapat mencapai sekitar 5.000 orang. Tahun ini diperkirakan jumlahnya pun tidak berbeda jauh,” jelasnya.

Ia juga memberikan imbauan kepada para peserta agar menjaga suasana selama prosesi berlangsung.

“Bagi masyarakat yang akan mengikuti agenda tersebut diharapkan dapat menjaga kenyamanan, keheningan, ketertiban, berbusana rapi, dan tidak mengenakan celana pendek,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak Kraton telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kewenangan dan aparat setempat.

“Sejauh ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kewenangan setempat untuk mengamankan jalannya prosesi mubeng beteng tersebut,” ujar Vinia.

Tradisi Mubeng Beteng Kraton Jogja merupakan bagian dari tirakat lampah ratri, yaitu bentuk laku spiritual berupa munajat kepada Allah SWT. Prosesi ini juga terinspirasi dari perjalanan Nabi Muhammad SAW saat hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Melalui perjalanan hening mengelilingi benteng keraton, peserta diajak untuk merefleksikan diri dan menyambut tahun baru Jawa atau Hijriah dengan hati yang bersih dan penuh harap.

Baca Juga: Kirab Malam 1 Suro 2025 Digelar di Solo, Catat Jadwal, Rute, dan Aturan Pakaian di Mangkunegaran dan Keraton Solo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*